Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Seismograf Pertama Ditemukan di Tiongkok

📅 Jumat, 18 Agu 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Zhang menyebut seismoskopnya Houfeng Didong Yi yang berarti instrumen untuk mengukur angin musim dan pergerakan Bumi. Sementara banyak orang pada masanya percaya bahwa gempa bumi memiliki katalis spiritual, sehingga ia dan kumpulan sarjana lainnya berpendapat bahwa peristiwa tersebut disebabkan oleh angin dan perubahan tekanan udara, sebelum muncul teori lempeng tektonik pada abad ke-20.

Berabad-abad setelah kematian Zhang, intelektual Tiongkok lainnya dikatakan telah menciptakan seismoskop pengganti dari rancangannya. Namun, karena tidak ada benda nyata yang selamat dari berlalunya waktu, sejarawan zaman ini telah berjuang untuk mendamaikan kisah-kisah berusia berabad-abad ini dengan replika perangkat Zhang yang masih berfungsi.

Beberapa bahkan berspekulasi itu tidak pernah ada. Sementara sifat hiasan dari seismoskop dijelaskan dengan baik, mekanisme yang tepat yang mendorongnya tidak. Upaya untuk menemukannya kembali pada abad ke-19 dan ke-20 terbukti tidak berhasil.

Masih belum jelas, misalnya, bagaimana desain pendulum kuno bisa cukup sensitif untuk mendeteksi gempa bumi yang jaraknya ratusan mil. Lebih jauh lagi, bagaimana gerakan itu bisa memicu hanya satu mekanisme dan menyelamatkan yang lain?

Pada 2005, sekelompok seismolog dan arkeolog dari Chinese Academy of Sciences mengumumkan bahwa mereka telah membuat replika yang terbukti berfungsi. Dalam versinya, pendulum itu sendiri tidak berinteraksi dengan tuas apa pun. Sebaliknya, itu digantungkan di atas bola lain yang bertengger di atas alas tipis.

Saat berayun, pendulum mendorong bola tengah itu ke salah satu dari delapan saluran, di mana ia mengenai sistem pemicu yang menggerakkan mulut naga eksternal. Tidak diketahui secara persis bagaimana model Zhang bekerja, tentu saja. Tetapi ini menunjukkan bahwa hanya reinterpretasi kecil tentang bagaimana seismoskop dijelaskan dalam teks sejarah dapat mengarah pada pembuatan perangkat yang sensitif dan sadar arah.

Meskipun perangkat Zhang berusia hampir 2000 tahun, prinsip kerja di baliknya masih umum digunakan hingga saat ini. Bentuk seismograf modern yang populer menggunakan sifat inersia yang persis sama, di mana basis statis dan bandul gantung bergerak secara independen satu sama lain saat tanah bergetar.

Hanya saat ini pendulum berupa magnet dan arus induksi yang dihasilkan ayunannya di dasar konduktif adalah catatannya. Mengubah fluktuasi menjadi sinyal digital memungkinkan seismograf semacam itu untuk mendokumentasikan intensitas getaran, rentang waktunya, dan lainnya. Penemuan Zhang mencatat kejadian sederhana gempa bumi, oleh karena itu dinamakan seismoskop. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.