Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Pacu Penggunaan Kendaraan Listrik

📅 Senin, 14 Agu 2023, 08:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Pacu Penggunaan Kendaraan Listrik Doc: ISTIMEWA

SURABAYA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia mengimplementasikan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dengan memasifkan konversi motor listrik untuk mengejar target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

Direktur Konservasi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Gigih Udi Atmo, di sela-sela kegiatan roadshow program Konversi Motor Listrik kedua di Surabaya, Sabtu (12/8), mengatakan selain sosialisasi, pihaknya juga menggelar pelatihan bagi masyarakat dan bengkel.

"Bengkel yang sudah terdaftar dan dapat melakukan konversi motor listrik ada 26 yang terbaru. Kalau di Surabaya ada tiga, tapi yang saat ini sudah berjalan baru satu, yang dua masih proses," ucapnya.

Secara nasional, lanjutnya, sudah ada delapan bengkel konversi yang sudah disertifikasi oleh Kementerian ESDM untuk menjadi mitra program konversi motor listrik.

"Dari delapan bengkel itu, dapat melakukan proses konversi motor listrik sebanyak 34.979 unit per tahun," katanya.

Karena itu, kata dia, pihaknya menargetkan 50.000 motor konversi berbasis listrik akan mengaspal di jalanan pada 2023.

"Yang diharapkan pada tahun depan bisa mencapai 150.000. Saat ini yang masih diproses sebesar 4.400 kendaraan," tuturnya.

Selain itu, roadshow di sepuluh kota besar di Indonesia, yakni Denpasar, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Medan, Mataram, Kupang, Balikpapan, dan Makassar diharapkan juga dapat menambah dari target yang diputuskan.

Gigih menjelaskan Jawa Timur menjadi titik sosialisasi tersebut karena berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada 2022, jumlah sepeda motor tercatat mencapai 20,7 juta unit, atau provinsi yang dengan sepeda motor tertinggi di Indonesia.

Kurangi Polusi

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengajak masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan listrik agar tercipta kualitas udara baik, khususnya di wilayah perkotaan seperti Jakarta.

"Kontribusi kendaraan bermotor bahan bakar fosil terhadap polusi udara itu lebih dari 50 persen. Terlebih masyarakat sudah mulai kembali beraktivitas normal setelah pandemi Covid-19, akhirnya membuat polusi di Jakarta meningkat," kata Budi melalui keterangan resmi di Jakarta, Minggu (13/8).

Hal itu disampaikannya saat memberi sambutan pada acara fun ride yang diadakan oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) di Jakarta, kemarin.

"Karenanya, kami mengajak masyarakat beralih menggunakan kendaraan listrik. Kalau penggunaannya menjadi masif, diharapkan dapat menurunkan polusi yang terjadi di kota-kota besar," lanjut Menhub.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.