Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPR RI: 'Stunting' Bisa Menjadi Ancaman Bangsa

📅 Minggu, 13 Agu 2023, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
DPR RI: 'Stunting' Bisa Menjadi Ancaman Bangsa Doc: ANTARA/BKKBN Jabar
Ket. Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhayati Effendi

KARAWANG - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhayati Effendi menyebutkan stunting bisa menjadi ancaman bagi Indonesia, sehingga harus segera ditangani pencegahannya secara serius.

"Anak stunting itu tidak hanya terganggu pertumbuhan fisik, tapi juga berpotensi mengalami gangguan pertumbuhan otak," kata Nurhayati melalui sambungan telepon yang diterima di Karawang, Sabtu (12/8).

Ia mengatakan stunting itu sangat memengaruhi masa depan anak. Dalam skala lebih luas, ini akan memengaruhi masa depan bangsa. Karena itu, seluruh elemen bangsa mempunyai kepentingan mewujudkan Indonesia bebas stunting.

Untuk menyelesaikannya, kata dia, penanganan stunting harus dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan lintas sektor terkait.

Dalam hal ini, upaya percepatan penurunan stunting bukan saja tanggung jawab Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai ketua pelaksana, melainkan perlu melibatkan semua pemangku kepentingan.

"Ini adalah tugas kita semua untuk membantu upaya percepatan penurunan stunting. Ingat, stunting berisiko terjadinya lost generation, sebuah gambaran potensi anak-anak yang hilang akibat kondisi gizi buruk. Sehingga, saat sekolah mereka mengalami penurunan kemampuan berpikir cerdas. Ini berbahaya bagi keberlangsungan sebuah bangsa dan negara. Stunting merupakan ancaman negara. Kita harus bersama-sama memeranginya," kata Nurhayati.

Ketua Tim Kerja Ketahanan Keluarga Balita dan Anak Perwakilan BKKBN Jabar, Elma Triyulianti, dalam sebuah acara yang digelar di Tasikmalaya, menyebutkan kalau stunting memiliki dampak jangka pendek berupa terganggunya perkembangan otak, kecerdasan berkurang, gangguan pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme dalam tubuh.

"Dalam jangka panjang, stunting berdampak menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar. Kemudian, menurunnya kekebalan tubuh, sehingga mudah terpapar penyakit. Meningkatnya risiko memiliki penyakit diabetes, obesitas, penyakit jantung, pembuluh darah, kanker, stroke, dan disabilitas pada usia tua," kata Elma.

Ia mengatakan salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mencegah munculnya stunting adalah dengan mengoptimalkan periode emas 1000 hari pertama kehidupan.

Pada periode tersebut, anak mengalami pertumbuhan otak dengan sangat pesat. Di situ terjadi pembentukan organ vital, pematangan sistem pencernaan, perkembangan kognitif, serta serta sistem imun atau daya tahan tubuh.

"Pemenuhan gizi yang baik selama 1000 hari pertama kehidupan akan membuat kemampuan anak untuk bertumbuh-kembang menjadi lebih baik. Pada tahap kehamilan, bayi sepenuhnya tergantung pada ibu untuk suplai nutrisi yang dibutuhkan dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan organ secara baik," kata dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
BPOM dan Kemenpar Dorong Pa...

Ariana Grande Beri Hibah Bantuan Anak-Anak Gaza

40 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Ariana Grande Beri Hibah Ba...
Luar Negeri
Tiongkok Merebut Gelar Supe...
Rona
Bernadya Rilis Album Kedua ...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 6
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 6
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.