Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Apa Itu Terapi Proton yang Disiapkan RS Gatot Subroto

📅 Kamis, 10 Agu 2023, 05:25 WIB | Oleh:
Apa Itu Terapi Proton yang Disiapkan RS Gatot Subroto Doc: ISTIMEWA
Ket. Kepala RSPAD Gatot Subroto Letnan Jenderal TNI dr Albertus Budi Sulistya

Dunia medis terus berkembang mengikuti berbagai penyakit yang makin canggih. Saat ini, Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto tengah mengembangkan pusat terapi proton atau proton center. Lalu, apa itu sebenarnya yang disebut (terapi) proton?

Kepala RSPAD Gatot Subroto, Letnan Jenderal TNI dr Albertus Budi Sulistya, menyebut lembaganya sedang membangun pusat terapi proton sebagai layanan khusus untuk pengobatan kanker dan tumor. "Selama ini banyak warga negara kita mengobati tumor ke luar negeri. Harapannya, nanti dengan penambahan fasilitas ini penderita penyakit tersebut tak perlu ke luar negeri lagi. Kita percaya dengan kemampuan SDM nasional juga," kata Budi, Selasa.

Proton center yang masih berada dalam proses pembangunan tersebut tak hanya akan menyediakan layanan terapi proton, tapi juga alat-alat diagnostik, sepertiCT-scan, PET-scan,Magnetic Resonance Imaging(MRI), dan bahkan ada pula alatX-rayatauLinear Accelerator (Linac).

Budi mengatakan sebagai rumah sakit militer, segala fasilitas dan pelayanan kesehatan RSPAD diutamakan bagi prajurit. Namun, masyarakat umum juga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dari RSPAD. Ini juga termasuk pengobatan optimal terkait tumor dan kanker.

Dengan pembangunan fasilitas yang lebih lengkap, RSPAD berharap masyarakat dengan penyakit kronis dapat berobat di dalam negeri saja, sehingga devisa negara dapat terjaga. "Banyak produk unggulan yang nanti akan kita kembangkan. Ini termasukmedical tourism yang akan dikembangkan," tambah Budi.

Sebelumnya, pada bulan Maret 2023, Presiden Joko Widodo mengatakan setidaknya dua juta masyarakat Indonesia pergi ke luar negeri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Dari jumlah tersebut, sekitar satu juta orang berobat ke Malaysia, 750 ribu orang berobat ke Singapura. Sisanya berobat ke Jepang, Jerman, dan negara lain.

Menurut Jokowi, praktik berobat ke luar negeri membuat Indonesia kehilangan devisa sebesar 165 triliun. Ini sebuah angka yang tidak sedikit. Dengan semakin banyak rumah sakit yang terus melengkapi diri dengan berbagai peralatan medis, diharapkan devisa keluar tersebut dapat ditekan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.