Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Merbabu Boyolali Gelar Kirab 1.000 Tumpeng Tanda Syukur

📅 Rabu, 09 Agu 2023, 21:20 WIB | Oleh:
Warga Merbabu Boyolali Gelar Kirab 1.000 Tumpeng Tanda Syukur Doc: ANTARA/Bambang Dwi Marwoto.
Ket. Sejumlah warga lereng Merbabu Merapi saat mengikuti kirab 1.000 tumpeng dan air tujuh mata air di Desa?Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jateng, Rabu (9/8).

BOYOLALI -- Warga lereng Gunung Merapi dan Merbabu menggelar upacara tradisi dengan mengirap 1.000 tumpeng sebagai tanda syukur atas kemakmuran yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, di Desa Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu.

Pada acara kirab 1.000 tumpeng yang diikuti ribuan orang dengan mengenakan pakaian adat lokal itu, juga membawa air yang dimasukkan dalam kendi diambilkan dari tujuh mata air di lereng Gunung Merbabu dengan menempuh jarak sekitar dua kilometer dari lapangan Desa Selo menuju tempat bertemu tujuh mata air di desa setempat.

Kepala Desa Selo, Kecamatan Selo, Boyolali Andi Sutarno menyampaikan kegiatan kirab 1.000 tumpeng tersebut memperingati satu abad atau 100 tahun Desa Selo. Sebanyak 1.000 tumpeng tersebut menggambarkan rasa syukur warga terhadap Tuhan YME atas berkah yang diberikan kepada masyarakat di lereng gunung ini, semakin sejahtera.

Menurut dia, ada makna tersendiri dalam kirab 1.000 tumpeng tersebut. Kebetulan di Selo ada 1.008 kepala keluarga (KK). Hal ini, bentuk syukur warga kepada Tuhan YME atas rezeki yang diberikan.

Kegiatan kirab 1.000 tumpeng tersebut, dilaksanakan oleh warga Selo baru kali pertama. Kirab tumpeng ini menggambarkan guyub rukun antar-warga dan mereka semakin sejahtera.

"Kegiatan ini sangat meriah, warga Selo guyub rukun menyatu, terjalin silaturahim antar-warga sekaligus membangun generasi yang kreatif," katanya.

Dari 1.000 tumpeng tersebut, tidak hanya terbuat dari nasi beras, juga ada tumpeng yang berasal dari nasi jagung serta tumpeng hasil bumi seperti berbagai jenis sayur-sayuran. Karena, warga di Desa Selo mayoritas sebagai petani penghasil sayuran. Selo merupakan salah satu sentra sayuran di Jateng.

Menyinggung soal menyatukan tujuh mata air di lereng gunung yang dikirab warga, kata dia, tujuh mata air tersebut merupakan sumber kehidupan warga setempat. Sehingga, saat memasuki musim kemarau warga tidak kekurangan air bersih. Tujuh mata itu, dari Sepadan Etan, Sepadan Lor, Sepadan Kulon, Senet, Gebyok, Selo Punting, dan Selo Wangan.

Sementara itu, Camat Selo Cahyo Wiratno mengatakan kegiatan kirab tumpeng dan tujuh mata air tersebut, ke depan dapat menambah destinasi wisata dan dapat mendatangkan wisatawan berkunjung ke Selo.

Pihaknya mengajak warga bersama-sama mendukung kunjungan wisata di Selo. Dengan adanya kegiatan kirab tumpeng tersebut, tentu dapat mendatangkan wisatawan ke daerah ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.