Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berdakwah Selama Ramadan, Ini Pesan Khusus Menag kepada 1.000 Dai dan Daiyah yang Dikirim ke Daerah 3T

📅 Kamis, 27 Feb 2025, 12:51 WIB | Oleh:
Berdakwah Selama Ramadan, Ini Pesan Khusus Menag kepada 1.000 Dai dan Daiyah yang Dikirim ke Daerah 3T Doc: antara foto
Ket. Pelepasan Dai dan Daiyah oleh Kemenag.

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berpesan kepada 1.000 dai dan daiyah yang dikirim ke wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) untuk selalu menjaga sikap rendah hati dalam berdakwah dan tidak dijadikannya sebagai ajang mencari popularitas.

"Orang yang puas dengan pujian sudah selesai, tetapi mereka yang terus dikritik akan berkembang. Jangan mencari popularitas di tempat tugas," ujar Menag di Jakarta, Kamis (27/2).

Sebelumnya, Kemenag secara resmi melepas para pendakwah yang dikirim ke wilayah 3T selama Ramadan, yang ditandai dengan penyerahan Bendera Merah Putih kepada perwakilan dai.

Kepada para dai, Nasaruddin menekankan pentingnya menjaga wudhu sebagai bentuk penyucian diri. Menurutnya, setiap tetesan air wudhu dapat menghapus dosa-dosa masa lalu. Ia pun mengingatkan para dai agar tidak melupakan orang tua dalam doa mereka.

"Ananda sekalian, tolong doakan orang tua. Anda tidak akan menjadi seperti ini tanpa mereka. (Jangan sampai) sibuk memimpin doa untuk orang lain, tetapi lupa mendoakan orang tua sendiri. Ziarahi makam ibu dan bapak. Cium, jangan hanya tangannya, tapi juga kakinya," kata dia.

Selain itu, Menag menganjurkan para dai untuk memperbanyak ibadah sunnah, seperti membaca surah Al-Kahfi, Yasin, Ar-Rahman, dan Al-Mulk, serta menjalankan shalat sunah, termasuk shalat tasbih di tengah malam.

Pengiriman dai ke wilayah 3T merupakan program tahunan Kemenag yang telah berjalan sejak 2021 setiap Ramadhan. Tahun ini, Kemenag juga memperluas akses layanan keagamaan bagi diaspora Indonesia di luar negeri dengan mengirim lima dai ke Australia, Jerman, dan Selandia Baru.

Para pendakwah yang ditugaskan di luar negeri merupakan peraih juara MTQ tingkat nasional.

Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad menjelaskan saat ini dibutuhkan para pendakwah yang mampu mengajak masyarakat untuk membangun negara.

"Negara membutuhkan tangan-tangan kreatif dan niat baik para dai. Bantu negara ini dengan mengajak masyarakat bekerja keras sesuai bidangnya," kata Abu.

Ia juga meminta setiap dai melaporkan aktivitasnya dakwahnya, mengaktifkan media sosial, serta membuat laporan berbasis data untuk mengukur perubahan di masyarakat.

Selain itu, ia berharap, para dai dapat memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat dan keluarga yang mereka bina.

Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam Ahmad Zayadi mengatakan meningkatnya permintaan layanan keagamaan dari diaspora membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi kiblat dalam kajian dan praktik keislaman global.

Menurutnya, fenomena ini terlihat dari keberadaan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), yang memiliki 70 persen mahasiswa asing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.