Efek Pemanasan Global, Taliban Siapkan Pembom Bunuh Diri atas Sengketa Air dengan Iran
📅 Selasa, 08 Agu 2023, 16:06 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S"Saya memperingatkan para pejabat dan penguasa Afghanistan bahwa mereka harus menghormati hak air rakyat Sistan."
Di sisi lain, otoritas Taliban mengatakan sebelumnya bahwa pernyataan pejabat Iran bersifat ofensif dan akan merusak hubungan. Sementara itu, seorang juru bicara senior Taliban mengatakan bahwa Afghanistan menghormati perjanjian tersebut dan dilanjutkan dengan mengatakan bahwa masalah tersebut disebabkan oleh kekeringan di wilayah tersebut.
Ada ruang untuk interpretasi dalam kontrak itu sendiri. Pasokan air harus "disesuaikan pada saat musim kemarau," katanya, dan setiap ketidaksepakatan harus diselesaikan melalui "negosiasi diplomatik" antara kedua negara.
Presiden Ebrahim Raisi meminta pemerintah Afghanistan untuk "dengan cepat" memberi Iran bagian air yang adil dari Sungai Hirmand, juga dikenal sebagai Helmand, pada pertengahan Mei. Dia memperingatkan bahwa Teheran tidak akan mentolerir pelanggaran hak-hak rakyat di provinsi tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, otoritas Taliban mengatakan mereka berkomitmen pada perjanjian 1973. Mereka siap bernegosiasi dengan pihak Iran berdasarkan kesepakatan dan prediksi ketersediaan air musiman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!