Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

OJK Harus Kendalikan Marjin Bunga Bank

📅 Senin, 07 Agu 2023, 00:03 WIB | Oleh:
OJK Harus Kendalikan Marjin Bunga Bank Doc: ANTARA / ADITYA PRADANA PUTRA
Ket. BAMBANG BUDIARTO Pakar Ekonomi Universitas Surabaya - OJK perlu memantau NIM sebagai bagian dari pengawasan terhadap bank dan lembaga keuangan lainnya untuk memastikan stabilitas sistem keuangan dan memastikan keberlanjutan operasional institusi keuangan.

JAKARTA - Tingginya marjin bunga bank sudah kerap dikritisi banyak pihak, namun hingga saat ini bank-bank enggan menurunkan suku bunga kredit. Bahkan dalam praktiknya, bank sangat responsif menurunkan suku bunga simpanan atau dana, tetapi sangat lama menyesuaikan suku bunga kredit.

Padahal dalam masa pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19, bank seharusnya lebih aktif memompa likuiditas ke dalam perekonomian, bukan menahan likuiditas karena nasabah enggan menyerap likuiditas dengan bunga yang terbilang tinggi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam beberapa kesempatan pertemuan dengan para bankir sering menyentil kalau marjin bunga bank (selisih bunga kredit dan bunga dana) di bank di Indonesia mungkin yang tertinggi di dunia. Saat itu, NIM perbankan mencapai 4,4 persen, kini per April 2023 rata-rata 4,77 persen.

Pakar ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Bambang Budiarto, mengatakan OJK dalam menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan industri perbankan jangan hanya sekadar mendorong keterbukaan informasi pada publik, tetapi harus memaksa bank transparansi dengan penetapan NIM.

"Sebagai salah satu indikator kinerja keuangan, NIM memang idealnya dalam kendali dan diawasi OJK. OJK perlu memantau NIM sebagai bagian dari pengawasan terhadap bank dan lembaga keuangan lainnya untuk memastikan stabilitas sistem keuangan dan memastikan keberlanjutan operasional institusi keuangan," kata Bambang.

Publik pun terutama nasabah bisa memperoleh infomasi mengenai tingkat NIM yang wajar, sehingga menjadi pertimbangan mereka dalam menempatkan dana dan juga saat mengajukan pembiayaan.

Mekanisme Pasar

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, akhir pekan lalu, mengatakan tengah mengkaji kebijakan untuk mengendalikan NIM perbankan dengan mendorong transparansi informasi suku bunga kredit.

"Sesuai dengan amanat Undang-undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), OJK sedang mengkaji dan menerbitkan kebijakan yang mendorong transparansi informasi terkait suku bunga kredit oleh perbankan," kata Dian.

Prinsip-prinsip yang akan diatur antara lain komponen dasar pembentuk suku bunga dan aspek transparansi ke publik terkait suku bunga dasar kredit.

"Kebijakan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mengendalikan NIM perbankan saat ini," paparnya.

Dian menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendorong upaya digitalisasi di sektor perbankan dalam memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat agar suku bunga kredit menjadi lebih kompetitif melalui mekanisme pasar.

"Di sisi lain, pemanfaatan data yang antara lain dapat bersumber dari Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dan Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) sebagai upaya untuk mengurangi asimetris informasi antara bank kepada debitur," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.