Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala BKKBN Apresiasi Penurunan Stunting di Solo

📅 Kamis, 03 Agu 2023, 19:27 WIB | Oleh:
Kepala BKKBN Apresiasi Penurunan Stunting di Solo Doc: istimewa
Ket. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, dalam Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas), di Solo, Kamis (3/8).

JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, mengapresiasi penurunan stunting di Kota Solo. Menurutnya, pemangku kebijakan dan masyarakat Kota Solo berhasil menurunkan stunting secara signifikan.

"Kota Surakarta ini bagus, karena dari angka stunting 20,4 persen turun jadi 16,2 persen pada 2022. Jadi turunnya sekitar 4 persen lebih. Sementara secara nasional turun 2,8 persen," ujar Hasto, dalam Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas), di Solo, Kamis (3/8).

Dia menambahkan, kota Solo berinovasi dalam penurunan stunting dengan penggunaan aplikasi. Menurutnya, penurunan stunting di solo sudah by name by address, sehingga bantuan bantuan yang disebar sudah tepat sasaran.

"Saya berharap di akhir tahun 2023 ini Solo bisa dibawah 14 persen, dan saya kira ini bisa jadi percontohan untuk daerah lain," jelasnya.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka berkomitmen tinggi membawa Kota Surakarta mencapai zero stunting pada 2024. Masyarakat diajak untuk terlibat dalam percepatan penurunan stunting melalui pemeriksaan anak-anak baduta dan balita di Posyandu.

Atas capaian tersebut, Wali Kota Solo dan Ketua Tim Penggerak PKK meraih Manggala Karya Kencana (MKK) yang merupakan penghargaan tertinggi dari pemerintah pusat melalui BKKBN. Penghargaan diberikan kepada individu yang dinilai mampu berkomitmen dan berdedikasi dalam program Bangga Kencana serta turut berperan aktif dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia.

"Atas dedikasi dan kemompakan dalam penurunan stunting, khususnya Walikota dan TP PKK Kota Surakarta, layak untuk mendapatkan penghargaan ini," tandas Hasto.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kota Surakarta, Purwanti, menyebut pihaknya memiliki beragam intervensi dalam menuntaskan permasalahan stunting. Beberapa di antaranya yaitu tim pendampingan keluarga resiko stunting, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), dan Gerakan makan telur di Posyandu.

Dia menambahkan, dukungan dari masyarakat dan lintas stakeholder masih tetap dibutuhkan. Hal tersebut untuk mencapai cita-cita generasi emas dan penurunann stunting di angka 14 persen secara nasional.

"Perlu disadari bahwa masih banyak tantangan dan kendala dalam percepatan penurunan stunting di Kota Surakarta, yakni terkait dengan mobilitas penduduk, faktor ekonomi, dan juga pola asuh anak. Maka dari itu, besar harapan kami agar dukungan dan Kerjasama bisa terus dilakukan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.