Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masalah PPDB Dinilai Bukan Teknis, tapi Sistemik

📅 Rabu, 02 Agu 2023, 01:01 WIB | Oleh:
Masalah PPDB Dinilai Bukan Teknis, tapi Sistemik Doc: istimewa
Ket. Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji.

JAKARTA - Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, menilai sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jangan berdasarkan prestasi siswa. Menurutnya, Jika hal tersebut dilakukan, maka akan memangkas hak anak untuk bisa bersekolah.

"Bagaimana nasib anak-anak yang tidak berprestasi? Padahal mereka adalah sama-sama anak Indonesia yang punya hak yang sama," ujar Ubaid, dalam keterangannya kepada awak media, kemarin.

Dia menilai, adanya kisruh PPDB saat ini bukan masalah teknis di lapangan/di daerah. Menurutnya, ada masalah sistemik yang dipicu oleh peraturan di level pusat, yaitu Permendikbud No.1 tahun 2023, yang masih menggunakan sistem seleksi.

"Di sisi lain, pemerintah tidak menyediakan bangku sekolah sejumlah kebutuhan. Mau pakai sistem apapun, tapi daya tampung tak tersedia, kekacauan pasti akan terjadi," tambahnya.

Ubaid menerangkan, sistem zonasi harus diterapkan berdasarkan pemerataan kursi dan mutu sekolah.

Sistem Baru

Terkait wacana sistem PPDB baru, Ubaid menilai, sistem tersebut harus mampu menjamin semua anak dapat jatah bangku sekolah. Pemerintah daerah juga wajib bekerjasama dengan pihak swasta bila kursi di sekolah negeri tak mampu menampung kebutuhan.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, mengusulkan penerimaan siswa baru dikembalikan seperti sistem pendaftaran sekolah terdahulu, yakni seleksi berdasarkan nilai hasil ujian akhir sekolah seperti saat masih ada NEM (Nilai EBTANAS Murni). Menurutnya, sistem seperti tersebut diselaraskan dengan kebutuhan di masing-masing daerah.

"Maka kita akan minta segera membuat sistem baru yang lebih mengedepankan asas dan hak ke ujian, misalnya bisa kembali kepada sistem 'NEM', namun testing-nya itu hanya buat pendaftar-pendaftar yang non-zonasi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.