Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pasteur dan Koch Berhasil Lumpuhkan Kuman dengan Vaksin

📅 Selasa, 01 Agu 2023, 06:25 WIB | Oleh:
Pasteur dan Koch  Berhasil Lumpuhkan  Kuman dengan Vaksin Doc: Wikimedia Commons

Pada 19 Februari 1878, seorang ahli kimia dan mikrobiologi Prancis, Louis Pasteur (1822-1895), di depan French Academy of Medicine, mengajukan teori kuman untuk pertama kalinya. Pasteur, bersama kolaboratornya, Jules Joubert (1834-1910) dan Charles Chamberland (1851-1908), mengidentifikasi tiga karakteristik khusus dari teori baru.

Teori baru yang dipaparkan adalah, pertama kuman tertentu menciptakan kondisi yang unik. Kedua kuman tertentu menyebabkan penyakit, fermentasi, dan pembusukan. Ketiga vaksin menjadi mungkin setelah kuman tertentu diketahui.

Penyelidikan kuman oleh Pasteur dimulai pada 1857 ketika pembuat bir Prancis memintanya untuk menemukan alasan mengapa bir dan anggur menjadi busuk. Pasteur menemukan bahwa bakteri menyebabkan alkohol berubah menjadi cuka.

Menurut lamanWorld History, dia merekomendasikan bahwa untuk membunuh kuman produk dipanaskan proses ini akan dikenal sebagai pasteurisasi. Eksperimen awal dalam industri minuman keras ini menunjukkan hubungan antara mikroorganisme dan penyakit.

Pada 1881, Pasteur menggunakan metode serupa untuk membuktikan hubungan antara antraks dan hewan. Dalam percobaan dengan domba, kambing, dan sapi, Pasteur menyuntik hewan tersebut dengan vaksin yang mengandung bakteri yang dilemahkan (lemah), yang dihasilkannya dengan memanaskan kuman anthrax.

Dia menyuntikkan vaksin ke domba yang menyebabkan sistem kekebalan domba mengembangkan antibodi. Dia kemudian menyuntik dua kelompok domba satu kelompok divaksinasi, yang lain tidak - dengan antraks hidup sepenuhnya.

Kelompok domba yang divaksinasi tetap hidup, sedangkan kelompok yang tidak divaksinasi, mati. Eksperimen Pasteur membuktikan bahwa sistem kekebalan akan menghasilkan tingkat antibodi yang cukup untuk melindungi domba dari kematian.

Lalu Robert Koch (1843-1910), seorang dokter dan ahli mikrobiologi Jerman dan sezaman dengan Pasteur, melakukan eksperimen serupa, yang akan berkontribusi pada pengembangan teori kuman. Pada 1876, Koch mengamati bakteri berbentuk batang yang menyebabkan antraks pada sapi.

Dia menyuntikkan sebagian darah yang terinfeksi ke tikus, yang tertular antraks, sehingga membuktikan bahwa kuman tertentu menyebabkan penyakit tertentu. Koch mengikuti penelitian antraksnya dengan kesimpulan yang lebih pasti tentang tuberkulosis dan kolera.

Bersama murid-muridnya, metode Koch, yang menghubungkan mikroorganisme tertentu dengan penyakit tertentu, memungkinkan untuk mengidentifikasi berbagai macam penyakit lain seperti difteri, tifus, pneumonia, pes, tetanus, sifilis, dan batuk rejan.

Penelitian dan kesimpulan Koch menyelesaikan perdebatan yang sedang berlangsung tentang kuman sebagai penyebab penyakit. Karyanya juga menetapkan bakteriologi sebagai disiplin ilmu yang terpisah dan unik. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.