Cerita Kebanggan Paskibraka Perwakilan Daerah Indonesia
📅 Minggu, 30 Jul 2023, 21:21 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: Istimewa
JAKARTA - Paskibraka 2023 berkesempatan berbagi pengalaman dalam acara Bincang Media Pasukan Pengibar Bendera Pustaka (Paskibraka), di Lantai 24 Perpustakaan Nasional RI pada Minggu (30/7). Acara ini selenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Passya Fredrick Sahupala, siswa kelas 11 asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur akan menjadi Pasukan Paskibraka. Ia hadir bersama Paskalia Aprilia Kubiari dari Papua Barat, Kachina Ozora dari Kalimantan Tengah, Nessya Ayudhia Alwanni dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Kelvin Ramahenda dari Riau, dan Achmad Rasya Alfarizki dari Muluku.
Menurut siaran persnya, mereka menceritakan pengalaman terlibat di kegiatan Pasikbra sampai akhirnya terpilih menjadi Paskibraka tahun 2023. Passya mengaku bahwa dirinya sendiri memang memiliki ketertarikan dengan paskibra. "Impian dari kecil, badannya keren-keren," ujarnya.
Pada awalnya Passya mendapat rekomendasi dari sekolah karena postur tubuhnya yang tinggi. Dia tidak menyangka dapat lolos sampai ke tingkat nasional. Passya mengikuti tes seleksi provinsi pada 5 Mei 2023, begitu lolos dia mengikuti seleksi nasional pada 22 Mei 2023.
"Tes samapta, tes intelijensia umum, tes wawasan kebangsaan dan tes parade, malamnya dinyatakan lolos," ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setelah dinyatakan lulus ia terus mempersiapkan diri. "Saya menjaga diri, menyiapkan fisik dan terus belajar," tuturnya.
Pada 15 Juli 2023, anggota Paskibraka yang lolos seleksi nasional dikirim ke Jakarta. "Kami mengikuti pendidikan bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas)," ucapnya.
Terkait persiapan upacara perisapan bendera 17 Agustus, anggota Paskibraka berlatih bersama satuan garnisun Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Paskibraka terpilih diharapkan memiliki peran dalam masyarakat lebih dari sekadar pengibaran bendera pada HUT Kemerdekaan.
Rima Agristina, Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP, menyebut Paskibraka berpotensi menjadi duta Pancasila. "tidak semua bisa jadi duta, kecuali jika mengikuti tahapan dengan baik," ungkapnya.
Rima menjelaskan hal tersebut dapat dicapai melalui pengembangan kapasitas para Paskibraka ini. Dalam melakukan pendidikan, BPIP menggunakan metode desa Bahagia untuk mendekatkan para pelajar ini dengan nilai-nilai Pancasila.
Selain itu, dia menyebut pola pembinaan Paskibraka ini bebas kekerasan fisik dan mental. "BPIP sudah monitor, kekerasan tidak ada," ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!