Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKJ: Ruang Kesenian Publik Harus Bebas dari Unsur Komersialisasi

📅 Jumat, 28 Jul 2023, 17:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
DKJ: Ruang Kesenian Publik Harus Bebas dari Unsur Komersialisasi Doc: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nym

JAKARTA - Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) mengingatkan agar ruang kesenian publik harus tetap pada jati dirinya sebagai wadah bagi para seniman berkarya dengan bebas serta terhindar dari komersialisasi atau pemanfaatan untuk kepentingan tertentu di luar bidang seni.

"Kalau ingin mengembalikan marwah (ruang kesenian publik) tentu ini tugas yang besar. Kita harus mengembalikan kuasa gagasan lebih kuat dari kuasa modal, bukan kekuatan kapital yang menentukan arahnya," kata Ketua Komite Seni Rupa DKJ, Aidil Usman, dalam sebuah jumpa pers di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat pada Kamis (27/7).

Dia menambahkan jika ruang kesenian publik dikonsolidasikan sesuai dengan peruntukannya dan mendapat dukungan penuh dari seluruh pihak termasuk pemerintah, maka kesenian Tanah Air dapat berkembang dan tidak akan kalah bersaing dengan kebudayaan asing.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Komite Film DKJ, Ekky Imanjaya. Dia mengatakan pemanfaatan ruang kesenian publik, salah satunya Taman Ismail Marzuki, hanya diperuntukkan sebagai wadah publik para seniman untuk berkarya.

Kegiatan atau program yang berlangsung perlu melewati proses kurasi dan pengawalan sehingga Taman Ismail Marzuki tetap pada peruntukannya sebagai pusat kegiatan seni di Jakarta.

"Kalau ingin TIM tetap menjadi pusat kesenian Jakarta perlu ada pengawalan dan kurasi, kalau loss bisa buat apa aja," ujar Ekky.

Kepengurusan Dewan Kesenian Jakarta periode 2020-2023 berakhir pada Kamis. Sebelum mengakhiri masa jabatannya, pengurus DKJ merilis Laporan Akhir Dewan Kesenian Jakarta 2020-2023.

Laporan tersebut berisi rekapitulasi dari berbagai program yang telah dijalankan enam komite DKJ antara lain Komite Seni Rupa, Teater, Sastra, Tari, Musik, dan Film.

Selain itu, dalam laporan tersebut juga memuat komentar para pengurus terkait isu seputar DKJ dan kesenian di Jakarta mulai dari pasang surut relasi antara DKJ dan pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga isu revitalisasi Taman Ismail Marzuki. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.