Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Obat Berbahan Herbal Semakin Dipercaya

📅 Rabu, 26 Jul 2023, 12:56 WIB | Oleh:
Obat Berbahan Herbal Semakin Dipercaya Doc: istimewa
Ket. OBH

JAKARTA - Obat herbal merupakan bagian dari metode pengobatan tradisional yang telah diaplikasikan di berbagai negara secara turun-temurun. Obat herbal dipilih oleh sebagian masyarakat karena dianggap lebih alami dan minim efek samping, termasuk untuk obat batuk.

Indonesia sendiri masuk ke dalam 25 negara yang telah memiliki dan menerapkan kebijakan obat berbahan alami. Berbagai penelitian menyebutkan, dari puluhan ribu keanekaragaman hayati yang ada di tanah air baru sekitar 1.000 jenis tumbuhan herbal digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit.

"Tingkat kepercayaan masyarakat pun semakin tinggi terhadap obat herbal dan upaya kesehatan tradisional. Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 32 persen masyarakat Indonesia memilih menggunakan pengobatan dan obat tradisional ketika sakit," kata Senior Vice President Marketing & International Operations Combiphar, Weitarsa Hendarto, dalam peluncuran produk OBH Combi Herbal, di Jakarta (25/7).

Dari segi bisnis, data retail audit dalam tujuh tahun terakhir memperlihatkan pertumbuhan obat batuk herbal 3 kali lebih cepat dari obat batuk non herbal. Penjualan obat batuk herbal terus tumbuh dan mencapai 16 persen pada 2022.

Melihat fakta tersebut OBH Combi sebagai merek obat batuk herbal kemasan botol terus melakukan inovasi untuk menjawab kebutuhan konsumen dan pasar yang terus bertumbuh. Setelah peluncuran OBH Combi Antitussive pada 2022, kini OBH Combi sebagai salah satu produk dari Combiphar, menghadirkan inovasi terbarunya OBH Combi Herbal.

"OBH Combi memperkenalkan OBH Combi Herbal sebagai pilihan obat batuk berdahak dengan bahan alami bagi konsumen yang lebih menyukai obat batuk herbal" ungkap Weitarsa.

OBH Combi Herbal adalah salah satu pilihan dari rangkaian obat batuk OBH Combi untuk konsumen yang memilih obat batuk jenis herbal. Kandungan alaminya berupa perpaduan ekstraksuccus liquiritiae, ekstrak daun ivy dan madu.

"Madu memiliki antioksidan tinggi dan membantu meringankan batuk. Ekstrak daun ivy melegakan saluran pernafasan, mengurangi gejala batuk dan mengeluarkan dahak. Ekstrak succus liquiritiae (akar manis) meringankan iritasi, meredakan batuk serta melegakan saluran pernafasan," terangnya.

Kombinasi ketiga bahan alami tersebut membuat OBH Combi Herbal mampu memberi rasa nyaman dengan sensasi yang menghangatkan dan melegakan tenggorokan. Obat ini dapat membantu meredakan batuk berdahak untuk dewasa dan anak. Melalui OBH Combi Herbal, Combiphar kata Weitarsa menunjukkan komitmen terhadap inovasi, kualitas dan kebutuhan konsumen.

OBH Combi Herbal dibuat menggunakan teknologi modern dan kualitas bahan alami yang terjamin. Produknya telah sesuai standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) untuk menghasilkan produk obat yang memenuhi standar mutu (quality), keamanan (safety) dan manfaat (efficacy).

"Combiphar mengerti bahwa sebagian masyarakat lebih memilih pengobatan herbal, karena berasal dari bahan alami dan minim efek samping. Dengan hadirnya OBH COMBI Herbal, diharapkan dapat memberikan alternatif bagi keluarga yang memilih pengobatan batuk herbal," pungkas Weitarsa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.