Harga Sampah Terjun, Ekonomi Pemulung Hancur
📅 Rabu, 26 Jul 2023, 21:57 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoAmong dan lebih dari sepuluh pengepul yang ditemui minta kembaga yang peduli dan menaungi pemulung dan pelapak menyuarakan jatuhnya harga-harga tersebut. Setidaknya kadungan daur ulang dikurangi, misalnya 25% impor dan bahan lokal 75%. Dan, jika bisa impor bahan baku dan sampah impor distop total.
Selama ini negara tidak peduli dan melindungi pemulung. Ketika harga-harga pungutan sampah turun draktis tidak ada yang menolong. Bagaimana pemulung, pelapak dan buruh sortir dapat meningkatkan kehidupannya. Padahal peran mereka (sector informal) sangat besar dibanding kontributor lain dalam pengumpulan plastik (84,3%) dan kertas (80%) untuk bahan baku industri daur ulang.
Kondisi perekonomian sektor informal daur ulang benar-benar terpuruk sekali. Hidup mereka makin sengsara.
"Kami meminta kepada Presiden Jokowi dan pemerintahnya harus melakukan intervensi secepatnya, menyelamatkan mereka. Apakah pemerintah bisa melakukannya. Boleh jadi, ada kekuatan besar yang mengendalikan dan mempermainkan harga-harga sampah pungutan dalam negeri. Atau ini merupakan wujud nyata dari pasar bebas kapitalisme atau neo-kapitalisme global yang memainkan bahan baku daur ulang," kata Bagong.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!