Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Teknik Baru Mengetahui Sinyal Alien dari Luar Angkasa

📅 Selasa, 25 Jul 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Teknik Baru Mengetahui Sinyal Alien dari Luar Angkasa Doc: AFP/ EVARISTO SA

Salah kelemahan dalam mencari kehidupan alien adalah interferensi gelombang yang berpotensi mendapatkan sinyal palsu dari luar angkasa. Kini dengan teknik analisis sinyal yang melintasi ruang antarbintang, kita dapat mengatasi kelemahan itu.

Salah satu pertanyaan yang sering diungkapkan oleh setiap orang adalah adakah kehidupan di luar tata surya? Usaha untuk melakukannya dilakukan umat manusia melalui program The Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI).

Program ini merupakan istilah kolektif untuk pencarian ilmiah kehidupan cerdas di luar Bumi. Caranya dengan memantau radiasi elektromagnetik untuk tanda-tanda transmisi dari peradaban di planet lain.

Penyelidikan ilmiah dimulai tak lama setelah munculnya radio pada awal 1900-an, dan upaya internasional terfokus telah berlangsung sejak 1980-an.

Pada tahun 2015, Stephen Hawking dan miliarder Israel Yuri Milner mengumumkan Breakthrough Listen Project. Proyek ini merupakan sebuah upaya 10 tahun senilai 100 juta dollar untuk untuk mendeteksi sinyal dari bintang terdekat.

Program SETI dilakukan melalui teleskop radio Allen Telescope Array (ATA). Dikenal sebagai Teleskop Satu Hektare (1hT), berupa sebuah susunan teleskop radio yang ditujukan untuk pengamatan astronomikal. Teleskop ini berada di Hat Creek Radio Observatory di Shasta County, California, 470 kilometer timur laut dari Kota San Fransisco, California.

Yang terbaru SETI mengalami kemajuan yang signifikan. Para peneliti dari University of California, Berkeley, telah menemukan teknik baru untuk mendeteksi potensi sinyal radio alien. Teknik ini melibatkan analisis sinyal untuk tanda-tanda telah melintasi ruang antarbintang, sehingga mengesampingkan interferensi radio berbasis Bumi.

Interferensi adalah hadirnya sinyal dari frekuensi radio yang tidak diinginkan yang mengganggu penerimaan sinyal yang berasal dari frekuensi yang diinginkan. Interferensi dapat menindas sinyal yang diinginkan, menyebabkan kerugian sinyal, atau dapat mempengaruhi kualitas suara dan gambar.

Para ilmuwan di University of California, Berkeley, telah mengembangkan teknik baru untuk meningkatkan pencarian kehidupan di luar Bumi. Metode ini membedakan sinyal alien potensial dari interferensi berbasis Bumi dengan menganalisis perjalanan mereka melalui ruang antar bintang.

Penyempurnaan Teknik

Para ilmuwan telah memperkenalkan metodologi baru untuk mendeteksi dan memvalidasi sinyal radio potensial dari peradaban ekstraterestrial di dalam galaksi Bima Sakti. Kemajuan SETI ini menandai lompatan maju yang signifikan yang secara signifikan akan meningkatkan kepercayaan dalam pendeteksian kehidupan alien di masa depan.

Pencarian SETI hari ini sebagian besar bergantung pada teleskop radio berbasis Bumi, yang rentan terhadap interferensi radio terestrial dan satelit. Sinyal palsu, yang meniru tanda teknologi dari peradaban luar angkasa, dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk satelit Starlink, ponsel, gelombang mikro, dan bahkan mesin mobil.

Campur tangan semacam ini telah menciptakan harapan palsu sejak dimulainya program SETI khusus pertama pada tahun 1960. Dengan teknik terbaru dapat membedakan sinyal asli dari sinyal palsu yang sering kali tidak diketahui.

Peneliti biasanya mengalihkan fokus teleskop ke bagian langit yang berbeda, lalu mengunjungi kembali titik awal beberapa kali untuk memastikan apakah sinyal tersebut bukan satu kali terdengar atau sinyal tersebut berupa pancaran aneh dari Bumi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.