Iran Batal Akuisisi Jet Tempur Su-35 Rusia
📅 Senin, 24 Jul 2023, 12:19 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPenekanan pada produksi jet tempur dalam negeri tampaknya merupakan upaya menyelamatkan kemunduran besar-besaran jika Rusia ragu-ragu pada memasok jet tempur Su-35. Terakhir kali Iran membeli jet tempur adalah MiG-29 dari Rusia pada 1990, lebih dari tiga dekade lalu.
Selain itu, Angkatan Udara Iran hanya menggunakan pesawat tua; F-4 Phantom II, F-14 Tomcat, dan F-5E/F Tiger II yang dimodifikasi secara lokal dari era Perang Dingin. Akibatnya lebih sulit untuk memelihara dan mengoperasikan pesawat kuno ini. Sebaliknya, Iran telah mengembangkan berbagai drone dan rudal yang dipandang sebagai ancaman bagi negara-negara regional lainnya, terutama Israel.
Oleh karena itu, pembelian jet tempur mutakhir diproyeksikan akan meningkatkan Angkatan Udara Iran yang sudah tua secara signifikan.
Terkait rencana pengembangan sendiri, pada 2018, Iran mengatakan telah memulai produksi pesawat tempur Kowsar yang dirancang secara lokal untuk digunakan di angkatan udaranya. Beberapa ahli militer percaya jet itu adalah salinan dari F-5 yang pertama kali diproduksi di Amerika Serikat pada 1960-an.
Sebaiknya Anda baca juga:
Iran juga telah menyatakan minatnya untuk memperoleh teknologi militer canggih lainnya dari mitranya dalam kejahatan seperti sistem pertahanan udara S-400, sistem rudal permukaan-ke-udara yang bergerak. Iran telah memasok ratusan drone kamikaze ke Rusia yang telah digunakan untuk menargetkan infrastruktur militer dan sipil Ukraina.
Moskow menyangkal bahwa pasukannya menggunakan drone buatan Iran di Ukraina, meskipun banyak yang telah ditembak jatuh dan ditemukan di sana.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!