Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perlu Inovasi Sistem Respons TPPO hingga di Pemda

📅 Sabtu, 22 Jul 2023, 01:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perlu Inovasi Sistem Respons TPPO hingga di Pemda Doc: istimewa
Ket. Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Diah Pitaloka

BOGOR - Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Diah Pitaloka menilai perlu adanya inovasi sistem respons pelaporan yang cepat tanggap dalam pencegahan dan penindakan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) menyusul modus pekerja migrant Indonesia (PMI) secara ilegal.

"Sekarang akses komunikasi makin gampang. Oleh karena itu, perkuat sistem online juga. Namun, tidak hanya online, tetapi langsung pelayanan tuh harus datang," ujar Diah Pitaloka usai menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi pemahaman hak perempuan serta pencegahan TPPO di Kota Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Penguatan portal-portal TPPO, termasuk di dalamnya kekerasan seksual dan KDRT, menurut dia, harus mulai dikembangkan berbasis komunitas dengan pelayanan yang sigap dan cepat tanggap.

Selanjutnya, kata Diah, perlindungan hukum perlu lebih implementatif, tidak hanya kuat pada kerangka norma, tetapi lemah pada penindakan.

Data yang terkumpul di Kemen PPPA menyebutkan 5.848 calon PMI ilegal yang diselamatkan pada tahun 2022. Meski demikian, periode 2018-2022 ada 1.793 kasus TPPO dengan 2.083 orang korban, baik anak-anak maupun dewasa.

Pada tahun 2020-2021, ada sekitar 1,8 juta laporan pelecehan anak atas kasus eksploitasi seksual anak secara online. Data itu dua kali lebih tinggi dari data tahun 2020 sebanyak 986.648 orang.

Dengan penguatan portal pengaduan yang dapat diakses setiap saat oleh para korban atau pelapor dugaan TPPO, kata Diah, hukum di Indonesia makin dapat memberi rasa keadilan bagi masyarakat. "Jadi, masyarakat itu ketika berhadapan dengan TPPO bingung. Mereka harus merasa saat berhadapan dengan hukum itu terlindungi," katanya.

Diah menyatakan mendukung Kemen PPPA yang memiliki fungsi koordinatif dengan berbagai kementerian lain, kepolisian, pihak imigrasi, dan pemerintah daerah untuk terus mencegah TPPO dan memperkuat kanal yang informasi.

Asisten Deputi (Asdep) Perlindungan Hak Perempuan Pekerja dan Tindak Pidana Perdagangan Orang Kemen PPPA Prijadi Santoso mengajak perempuan dapat berperan dalam menjadi benteng diri dan keluarga dan jangan mudah percaya terhadap tawaran kerja.

Kerja sama dengan Komisi VIII DPR RI, kata dia, salah satunya berkonsentrasi membangkitkan peran perempuan. Hal ini merupakan salah satu upaya lebih dekat agar para anggota dewan mendorong peningkatan kepercayaan diri perempuan dalam menghadapi kesulitan ekonomi dan berupaya produktif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

25 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.