Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Akan Mereformasi Operasi Pasukan Perdamaian

📅 Sabtu, 22 Jul 2023, 00:00 WIB | Oleh:
PBB Akan Mereformasi Operasi Pasukan Perdamaian Doc: Sumber: UN Peacekeeping - KORAN JAKARTA/ONES/AND

NEW YORK - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, pada Kamis (20/7), menyerukan refleksi serius dan luas tentang reformasi operasi pasukan penjaga perdamaian PBB. Guterres menyoroti keterbatasan yang menghalau keberhasilan mereka.

Dikutip dari Agence France-Presse (AFP), Guterres mempresentasikan ringkasan kebijakan terbarunya, berjudul Agenda Baru untuk Perdamaian, Guterres memuji pekerjaan misi penjaga perdamaian PBB sebagai penyelamat jutaan nyawa dan melestarikan gencatan senjata.

Namun, mantan perdana menteri Portugal itu mengutip konflik lama yang belum terselesaikan, didorong oleh faktor domestik, geopolitik, dan transnasional yang kompleks serta ketidaksesuaian terus-menerus antara mandat dan sumber daya sebagai pengungkapan keterbatasan misi.

"Operasi penjaga perdamaian tidak dapat berhasil jika tidak ada perdamaian untuk dijaga," katanya.

"Mereka juga tidak dapat mencapai tujuan mereka tanpa mandat yang jelas, diprioritaskan dan realistis dari Dewan Keamanan, yang berpusat pada solusi politik," ujarnya.

Oleh karena itu, dia menyerukan refleksi serius dan berbasis luas tentang masa depan Operasi Penjaga Perdamaian PBB, dengan maksud bergerak menuju model yang lebih gesit dan dapat beradaptasi dengan strategi jitu yang tepat.

Meskipun Guterres tidak menyebut nama negara mana pun, pernyataannya datang hanya beberapa minggu setelah Dewan Keamanan mengakhiri misi "Minusma" yang berusia satu dekade di Mali.

Langkah itu menyusul permintaan penarikan mendadak dari junta militer negara Afrika Barat itu, yang mengatakan telah gagal memenuhi tantangan keamanan yang disebabkan oleh kelompok teroris.

Misi penjaga perdamaian bukanlah kekuatan anti-terorisme dan dibatasi oleh mandat mereka dalam bagaimana keterlibatan dalam konflik.

"Sebuah fragmentasi konflik yang melibatkan kelompok bersenjata non-negara, geng kriminal, teroris, dan oportunis telah meningkatkan kebutuhan akan penegakan perdamaian multinasional, kontraterorisme, dan operasi kontrapemberontakan yang didukung oleh kelompok-kelompok regional atau subregional," kata Guterres.

Sekjen PBB menunjuk ke Afrika sebagai benua dengan kebutuhan terbesar untuk generasi baru misi penegakan perdamaian.

"Oleh karena itu, Agenda Baru untuk Perdamaian menegaskan kembali seruan saya untuk misi penegakan perdamaian dan operasi kontraterorisme, yang dipimpin oleh mitra Afrika dengan mandat Dewan Keamanan PBB," tambahnya.

Agenda Baru untuk Perdamaian ini adalah bagian dari serangkaian proposal yang dibuat sekretaris jenderal menjelang KTT Masa Depan PBB tahun 2024.

Korban Sipil

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.