Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dolar AS 'Rebound' Setelah Inflasi Inggris Mendingin dan Pound Jatuh

📅 Kamis, 20 Jul 2023, 08:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dolar AS 'Rebound' Setelah Inflasi Inggris Mendingin dan Pound Jatuh Doc: ANTARA/REUTERS/Peter Nicholls
Ket. Petugas menunjukkan koin 50 pence dan 5 pound bergambar Raja Charles III, saat peresmiannya oleh The Royal Mint, di London, Inggris, pada 29 September 2022.

NEW YORK - Dolar AS rebound terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya menjadi bertengger di atas level 100 pada akhir perdagangan Rabu (19/7) atau Kamis pagi WIB, setelah inflasi Inggris mendingin lebih dari yang diperkirakan para ekonom pada Juni, membuat pound melemah tajam terhadap mata uang utama lainnya.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,34 persen menjadi 100,2799 pada akhir perdagangan, melakukan pemulihan setelah kehilangan angka penting minggu lalu.

Sementara itu, pound Inggris tergelincir setelah laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) meleset dari perkiraan. IHK Inggris naik 7,9 persen pada Juni dari tahun sebelumnya, laju inflasi paling lambat dalam lebih dari setahun, Kantor Statistik Nasional mengatakan Rabu (19/7) pagi.

Inflasi inti mencapai 6,9 persen, yang dapat menunjukkan kemungkinan puncak siklus inflasi dan dampak dari kebijakan moneter agresif yang diadopsi oleh Bank Sentral Inggris (BoE).

"Ini adalah pertama kalinya dalam lima bulan kami melihat kejutan inflasi cenderung menurun, trennya justru sebaliknya," kata Joe Manimbo, analis pasar senior, di Convera di Washington. "Itu menimbulkan keraguan pada kenaikan suku bunga jumbo lainnya oleh Bank Sentral Inggris bulan depan."

Sementara itu, data bulanan yang diterbitkan oleh Biro Sensus AS pada Rabu (19/7) menunjukkan bahwa pembangunan perumahan AS turun 8,0 persen pada Juni secara bulanan, menyusul kenaikan 15,7 persen pada Mei. Terlepas dari data yang mengecewakan, dolar AS mempertahankan kenaikan hariannya.

Pada akhir perdagangan New York, pound Inggris turun menjadi 1,2929 dolar AS dari 1,3045 dolar AS, dan euro turun menjadi 1,1202 dolar AS dari 1,1228 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Dolar AS dibeli 139,6080 yen Jepang, lebih tinggi dari 138,8750 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Yen Jepang melemah karena investor mengamati rapat kebijakan moneter Bank Sentral Jepang minggu depan.

Greenback juga menguat menjadi 0,8587 franc Swiss dari 0,8576 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3160 dolar Kanada dari 1,3174 dolar Kanada. Dolar AS naik menjadi 10,2645 krona Swedia dari 10,2135 krona Swedia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Indonesia Bisa Lolos Middle...
Luar Negeri
Rudal Iran Hantam Dua Kapal...
Megapolitan
Gara-gara Sopir Main Ponsel...
Indonesia Bisa Lolos Middle Income Trap, Berikut Kuncinya dari Pakar UI

Indonesia Bisa Lolos Middle Income Trap, Berikut Kuncinya dari Pakar UI

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.