Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tergantung Aktivitas Matahari

📅 Selasa, 18 Jul 2023, 06:25 WIB | Oleh:
Tergantung Aktivitas  Matahari Doc: EUROPEAN SPACE AGENCY / AFP

Satelit Aeolus saat ini jatuh sekitar satu kilometer sehari, dan semakin cepat pada waktunya. Prediksi menjadi lebih akurat seiring berjalannya waktu, sehingga masih sulit untuk mengatakan dengan tepat kapan Aeolus akan masuk kembali ke atmosfer Bumi.

Kembalinya Aeolus akan tergantung pada aktivitas Matahari. Suar matahari (solar flare) dan lontaran massa korona (coronal mass ejections) dapat mempercepat segalanya. Suar Matahari adalah sejumlah besar energi magnetik yang berukuran sangat besar bahkan bisa bisa ratusan kali lebih besar dari Bumi.

Lontaran massa korona merupakan peristiwa terlontarnya plasma dan medan magnet dari Matahari dalam jumlah besar yang seringkali berasosiasi dengan prominence atau flare. Materi ini menuju medium antarplanet, dan bila mengarah ke bumi, akan mencapai Bumi dalam 1-5 hari.

Partikel bermuatan dalam cuaca luar angkasa itu memanaskan atmosfer Bumi. Hal ini menyebabkan udara yang lebih padat di bawah naik, menggantikan lapisan yang mengembang lebih tinggi, yang meningkatkan hambatan atmosfer di Aeolus.

Sebaliknya, jika periode aktivitas matahari yang relatif tenang dapat berarti bahwa Aeolus membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk turun. Sulit untuk memprediksi aktivitas Matahari dengan tepat, tetapi ESA yakin bahwa masuknya kembali Aeolus, jika semua manuver berhasil, kemungkinan besar akan terjadi pada akhir Juli atau awal Agustus.

Sebagian besar satelit akan mulai terbakar pada ketinggian sekitar 80 kilometer. Namun, beberapa potongan puing mungkin mencapai Bumi. Berbulan-bulan para ahli telah merencanakan lokasi yang optimal untuk masuk kembali.

Perencanaan yang matang diharapkan dapat meminimalkan kemungkinan yang sudah sangat jauh bahwa puing-puing yang berjatuhan akan menimbulkan risiko bagi kehidupan atau infrastruktur. Tim kontrol penerbangan membidik lautan di bawah lintasan satelit berupa perairan terbuka yang jauh dari daratan.

Untuk saat ini, begitu Aeolus mencapai ketinggian 280 kilometer, serangkaian perintah yang dikirim selama enam hari. Pergeraknnya akan menggunakan sisa bahan bakar satelit untuk memandunya ke posisi optimal untuk masuk kembali. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.