Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Inggris Tandatangani Pakta Perdagangan Trans-Pasifik

📅 Senin, 17 Jul 2023, 00:03 WIB | Oleh:
Inggris Tandatangani Pakta Perdagangan Trans-Pasifik Doc: ISABEL INFANTES / AFP
Ket. Bendera nasional Inggris berkibar di sebelah Menara Elizabeth yang lebih populer dengan sebutan Big Ben, di London, Inggris, beberapa waktu lalu.

AUCKLAND - Inggris secara resmi menandatangani perjanjian untuk bergabung dengan pakta perdagangan Trans-Pasifik yaitu Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik atau The Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) pada Minggu (16/7).

Inggris menjadi negara baru pertama yang bergabung sejak pakta itu dibentuk pada 2018. Masuknya Inggris juga membuka jalan negara lain seperti Tiongkok dan Taiwan untuk disetujui bergabung ke dalam pakta perdagangan tersebut.

Penandatanganan itu merupakan bagian dari pertemuan komisi dari CPTPP yang sedang berlangsung di Selandia Baru. Para menteri dari negara-negara anggota akan bertemu Minggu sore untuk membahas berbagai topik, termasuk bagaimana menangani permohonan anggota baru dan mengkaji ulang perjanjian dagang tersebut.

Seperti dikutip dari Antara, Menteri Bisnis dan Perdagangan Inggris, Kemi Badenoch, mengatakan negaranya merasa senang menjadi anggota baru pertama di CPTPP.

"Ini adalah perjanjian modern dan ambisius dan keanggotaan kita di blok yang menarik, cemerlang, dan berwawasan ini adalah bukti bahwa pintu Inggris terbuka untuk berbisnis," ujar Badenoch.

Harus Meratifikasi

Namun, pemerintah Inggris masih harus meratifikasi perjanjian tersebut. CPTPP merupakan pakta perdagangan penting yang dibentuk pada 2018 oleh 11 negara. Mereka adalah Australia, Brunei, Kanada, Chile, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, dan Vietnam.

Inggris akan menjadi anggota ke-12 dari pakta itu, yang dibentuk untuk mengurangi hambatan perdagangan serta mempererat hubungan dengan negara-negara Pasifik setelah Inggris keluar dari Uni Eropa pada 2020.

Tiongkok, Taiwan, Ukraina, Kosta Rika, Uruguay, dan Ekuador juga telah mengajukan permohonan untuk menjadi anggota CPTPP.

Perdana Menteri Selandia Baru, Chris Hipkins mengatakan jalan untuk merangkul Inggris ke dalam perjanjian itu panjang dan kadang penuh tantangan.

Namun, kata dia, memiliki anggota dengan perekonomian yang kuat akan mendekatkan Atlantik ke Indo-Pasifik lewat sistem perdagangan berbasis aturan di kawasan tersebut.

Sebelumnya, sumber pemerintah Jepang mengatakan persetujuan bergabungnya Inggris ke CPTPP akan menjadi perluasan pertama dari kesepakatan perdagangan bebas antara 11 negara yang saat ini mencakup lebih dari 10 persen hasil ekonomi global.

Aksesi Inggris ke CPTPP diharapkan dapat membantu membangun momentum untuk kembalinya Amerika Serikat, yang sebelumnya menarik diri dari pakta tersebut pada 2017 selama masa pemerintahan mantan Presiden Donald Trump, kata sumber tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

43 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.