Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengapa NATO Perluas Pengaruhnya ke Wilayah Asia Pasifik?

📅 Sabtu, 15 Jul 2023, 10:03 WIB | Oleh: Tim Penulis

Akan seperti apa bentuk kemitraan baru ini

Analis kebijakan telah membahas manfaat dan konsekuensi perluasan kerja sama NATO dan kawasan ini.

Namun, terlepas dari sejumlah keraguan, keempat negara Asia-Pasifik tersebut pada umumnya juga ingin bergerak ke arah peningkatan kerja sama dengan NATO.

Jika KTT NATO di Madrid tahun lalu menjadi kesempatan bagi keempatnya untuk menunjukkan dukungan mereka bagi Ukraina dan menjanjikan komitmen yang lebih kuat untuk kerja sama di masa mendatang dengan NATO, maka KTT NATO di Vilnius ini dapat menjadi momen untuk menilai kemajuan yang telah dicapai.

Inilah sebabnya, menjelang KTT ini, NATO lebih dulu berusaha memformalkan kemitraannya dengan keempat negara tersebut.

Jepang dan Australia berada di garis depan dalam proses kemitraan ini. Media Jepang melaporkan minggu lalu bahwa Tokyo dan Canberra (merujuk pada pemerintah Jepang dan Australia) telah menyelesaikan negosiasi dengan NATO mengenai perjanjian baru yang dinamakan "Program Kemitraan yang Disesuaikan Secara Individu (Individually Tailored Partnership Program/ITPP)". Program ini menentukan bidang-bidang utama kerja sama antara masing-masing negara dan blok NATO.

Selandia Baru dan Korea Selatan masing-masing juga tengah menyelesaikan perjanjiannya dengan aliansi tersebut.

Kemitraan yang dijalin sebagian besar akan berfokus pada bidang yang menjadi perhatian global, seperti keamanan maritim, keamanan dunia maya, perubahan iklim, luar angkasa, dan perkembangan teknologi - yang cukup mengganggu - termasuk kecerdasan buatan.

Dilihat dari sudut pandang pertahanan, NATO dan keempat negara mitra memiliki tujuan meningkatkan "interoperabilitas" militer mereka - kemampuan berbagai kekuatan militer dan sistem pertahanan untuk bekerja sama secara efektif dan mengoordinasikan tindakan.

Ini akan mencakup memperdalam pengetahuan tentang aset militer masing-masing, meningkatkan hubungan antarprajurit dan personel militer lainnya, serta memperluas wilayah latihan bersama.

Mengapa baru sekarang?

Hubungan yang semakin intensif dan mendalam antara NATO dan beberapa negara Indo-Pasifik melahirkan dua penafsiran.

Pertama, kemitraan ini membentuk mata rantai penting lainnya dalam perluasan jaringan hubungan diplomatik dan keamanan antara AS, sekutu Baratnya, serta kawasan Indo-Pasifik. Ini juga akan melengkapi kemitraan lainnya, seperti AUKUS dan Quad.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.