Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengerikan, Korban Tewas Ajaran Sesat di Kenya Bertambah Jadi 372

📅 Jumat, 14 Jul 2023, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengerikan, Korban Tewas Ajaran Sesat di Kenya Bertambah Jadi 372 Doc: Antara/REUTERS/Joseph Okanga
Ket. Arsip - Relawan membantu ahli forensik dan detektif pembunuhan dari Direktorat Investigasi Kriminal (DCI), untuk menggali mayat yang diduga pengikut sekte bernama Good News International Church, yang anggotanya percaya bahwa mereka akan masuk surga jika mati kelaparan, di hutan Shakahola, Kilifi, Kenya, 25 April 2023.

Nairobi - Mengerikan, polisi Kenya menggali 12 jasad lagi sebagai bagian dari investigasi kasus ajaran sesat, sehingga totalnya menjadi 372 orang, seperti diumumkan Komisaris Kepolisian Regional Rhoda Onyancha, Rabu (12/7).

Penggalian itu berlangsung pada hari ke-3 tahap operasi pencarian yang keempat.

Menurut polisi, temuan jasad itu menandai tonggak suram lainnya dalam penyelidikan kegiatan ajaran sesat, yang banyak menyita perhatian dalam beberapa bulan terakhir.

Otoritas mengatakan mereka terus berupaya menyelamatkan orang-orang yang berada di bawah kendali ajaran tersebut.

Onyancha mengungkapkan bahwa sejak April, sebanyak 95 orang berhasil diselamatkan dari cengkeraman ajaran yang dipimpin Pastor Paul Mackenzie.

Orang-orang ini, yang mengalami pengalaman pahit, kini menerima dukungan dan perhatian untuk membantu mereka kembali bersosialisasi dengan masyarakat.

Menteri Dalam Negeri Kenya Kithure Kindiki mengatakan bahwa aparat penegak hukum yang mengizinkan ajaran ini beroperasi akan menghadapi proses hukum.

Dia mengatakan otoritas telah menggali 40 kuburan masal baru.

Ratusan jasad ditemukan di Hutan Shakahola di daerah Kilifi sejak pertengahan April selama investigasi ajaran yang dijalankan Mackenzie, yang memimpin Good News International Church di Kenya.

Dia dituding menyuruh pengikutnya untuk bunuh diri melalui aksi mogok makan sehingga mereka bisa masuk surga sebelum hari kiamat.

Para penyidik mengungkapkan bahwa beberapa korban kehilangan organ tubuh, yang diduga terkait dengan penjualan organ manusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.