Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keren, Pelestarian Taman Wisata Labuhan Berdampak Keberlanjutan Flora dan Fauna

📅 Jumat, 14 Jul 2023, 00:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keren, Pelestarian Taman Wisata Labuhan Berdampak Keberlanjutan Flora dan Fauna Doc: ANTARA/HO-PHE WMO
Ket. Program penyelamatan fauna di Taman Wisata Labuhan Bangkalan yang dilakukan Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) dengan sejumlah pihak.

Surabaya -Keren, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Madura menyebut pelestarian Taman Wisata Labuhan Bangkalan yang dilakukan Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore(PHE WMO) dengan sejumlah pihak berdampak nyata bagi keberlanjutan flora dan fauna di wilayah ini.

"Dengan adanya kegiatan konservasi yang telah dilakukan dapat memperkaya data-data konservasi untuk di wilayah Madura," kata Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA SKW IV MaduraDhany dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Kamis.

Kepala Bidang KSDA Wilayah II GresikIchwan turut menyampaikan apresiasi kepada PHE WMO atas kegiatan konservasi yang telah dilakukan, khususnya di wilayah Madura bagian utara.

"BKSDA mendukung untuk melakukan kegiatan peningkatan kapasitas bagilocal herountuk mendapatkan sertifikasi sebagai penggerak konservasi," kata Ichwan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangkalan Anang Yulianto menyatakan siap bekerja sama untuk melakukan perbaikan ekosistem yang mampu meningkatkan kualitas hidup, baik air, udara maupun tutupan lahan dengan melibatkan masyarakat sekitar.

PHE WMO merupakan bagian dari zona 11 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream yang bekerja sama dengan Yayasan EKSAI dalam kegiatan Bird Banding sepanjang tahun2016-2021telah mampu menandai 202 Individu burung yang terdiri dari 32 jenis.

Dari jumlah tersebut, satu jenis burung berstatus endangered, tujuh jenis berstatus protected, dan empat jenis burung merupakan burung endemik.

Sedangkan melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) dalam kegiatan monitoring, didapatkan data bahwa dulunya Labuhan yang mengalami kerusakan mangrove tertinggi dibanding lima desa sekitarnya berdasarkan Studi Rencana Aksi Pengembangan MangroveTahun 2014.

Tahun ini lokasi tersebut telah menjadi kawasan mangrove yang berstatus baik atau rapat, dengan kerapatan pohon di sisi utara yakni 2.100 tegakan per hektare dan 4.600 tegakan per hektare di sisi barat.

Manager PHE WMO Field Markus Pramudito mengatakan kolaborasi antarpemangku kepentingan merupakan hal penting untuk menciptakan keberlanjutan program,

"Masing-masing instansi tentunya juga memiliki keahlian yang berbeda-beda. Dengan adanya kerja sama yang dilakukan, kami berharapprogram-program konservasi lingkungan yang dikembangkan melalui program CSR perusahaan dapat melibatkan banyak stakeholder sehingga dapat memperluas kebermanfaatannya," ujarnya lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

39 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.