DPRD Jabar Terima Aduan Kasus PPDB di Bogor
📅 Jumat, 14 Jul 2023, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Ajat Sudrajat
BANDUNG - Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat mendapatkan pengaduan dari masyarakat Ciomas, Kabupaten Bogor, terkait adanya nama-nama baru yang muncul setelah penutupan pendaftaran Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2023, di SMA Negeri 1 Ciomas, Kabupaten Bogor.
"Kami mendapatkan pengaduan bahwa setelah proses penutupan PPDB, masuk nama-nama baru yang membuat nama yang sudah masuk jadi bergeser, jadi yang tergeser ini komplainmengeluhkan hal tersebut," kata Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, H Abdul Hadi Wijaya, ketika dihubungi di Bandung, Kamis (13/7).
Pihaknya juga telah melakukan kunjungan kerja Komisi V ke Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I di Kabupaten Bogor, untuk memastikan l PPDB Tahun 2023 di Wilayah Kabupaten Bogor berjalan dengan benar.
Iamenegaskan Komisi V langsung melakukan pengecekan ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Jawa Barat di Kabupaten Bogor dan mendapati puluhan calon siswa yang memang pilihan keduanya di SMA Negeri 1 Ciomas.
"Kami melakukan konfirmasi dan membuka datanya satu per satu. Kami saksikan dan betul bahwa ada puluhan orang yang pilihan keduanya memilih SMA 1 Ciomas dan memang prosesnya seperti itu. Mereka dimasukkan ketika pilihan satunya tidak diterima," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada Jalur Benar
Iamenjelaskan dari hasil pengecekan, pihaknya mendapat kepastian bahwa proses PPDB di Wilayah Kabupaten Bogor on the righ track atau pada jalur yang benar.
"Langsung dengan help desk-nya, yang memiliki akses ke sistem di Jawa Barat dan kami dapat kepastian bahwa proses secara data itu on the right track," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun begitu, berbagai catatan tetap menjadi perhatian Komisi V DPRD Jawa Barat, seperti halnya sekolah yang tidak bisa memenuhi 100 persen kuota rombongan belajarnya.
"Tentunya ini jadi catatan kami, permasalahan daerah perkotaan yang padat dengan daerah yang luas dan penduduknya jarang itu berbeda. Harus ada formula yang membedakan untuk kondisi itu," kata Abdul Hadi.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Jawa Barat, Abur Mustikawanto, mengatakan ada sebanyak 40 ribu pendaftar pada PPDB Tahun 2023 di wilayah Kabupaten Bogor. Dari jumlah tersebut yang bisa diterima hanya sekitar 20 ribu siswa atau lima puluh persen.
Sebelumnya, Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor. Dadang Iskandar Danubrata mengusulkan tim khusus verifikasi faktual digabungkan dengan tim PPDB agar ke depan sejak bisa mencegah kecurangan.
"Tim verifikasi harus jelas dasar hukumnya itu apa dan masukan dari komisi, ini harusnya dibentuk dari awal agar tidak terjadi tumpang tindih," kata Dadang.
Menurut Dadang, sementara ini untuk mengurai masalah dan menghasilkan solusi soal kecurangan PPBD, harus ada laporan dan rekomendasi tim khusus verifikasi kepada tim PPDB. Rekomendasi sebaiknya bersifat tidak memaksa kepada tim PPDB.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!