Pertemuan Prabowo dan Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Indonesia Berpeluang Dapat Minyak Lebih Murah
📅 Selasa, 14 Apr 2026, 20:20 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta – Pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dinilai memperkuat kerja sama strategis kedua negara, terutama di sektor energi dan pertahanan, di tengah dinamika geopolitik global.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai pembicaraan kedua pemimpin negara tersebut berpotensi menghasilkan kesepakatan konkret, terlebih Indonesia telah menjadi anggota BRICS sejak 2025.
"Keanggotaan Indonesia ini diapresiasi Putin dan membuka peluang kerja sama lainnya, seperti di sektor energi dan militer. Harapannya tentu pembicaraan ini berlanjut menjadi kesepakatan konkret antar kedua negara," ujarnya di Jakarta, Selasa (14/4).
Menurut dia, kerja sama energi menjadi sangat penting di tengah ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah. Ia juga berharap pertemuan tersebut dapat berkontribusi dalam meredakan ketegangan geopolitik.
“Apalagi pascatidak adanya kesepakatan dalam perundingan yang dilakukan antara Iran dan Amerika di Islamabad (Pakistan) kemarin," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Iwan menilai posisi Rusia yang memiliki pengaruh terhadap Iran dan Amerika Serikat dapat dimanfaatkan Indonesia untuk mendorong upaya perdamaian.
"Jika misi perdamaian dipelopori oleh Presiden Prabowo dengan mengajak Putin dan kepala negara lainnya, saya kira akan ada jalan perdamaian ke depannya," tuturnya.
Pandangan serupa disampaikan akademisi Hubungan Internasional Universitas Airlangga, Probo Darono Yakti, yang menilai Indonesia tengah memainkan peran sebagai bridge builder di tengah rivalitas global.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Di sini peran dari Indonesia itu coba untuk menekankan diri menjadi bridge builder," ujarnya.
Menurut Probo, kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia dan Prancis mencerminkan posisi Indonesia sebagai mediator aktif antara blok Barat dan non-Barat.
"Pilihan untuk kemudian berkunjung ke Rusia, kemudian berkunjung ke Prancis, ini sama-sama merepresentasikan tatanan post-cold war," katanya.
Ia menambahkan, peran aktif Indonesia dalam memfasilitasi dialog antarnegara dapat membantu mengurangi ketegangan global.
"Jadi, ini mungkin bisa dikaitkan dengan peran Indonesia untuk memediasi, memfasilitasi, dan mengorkestrasi interaksi antarpihak yang berseberangan," ujarnya.
Di sektor energi, kerja sama Indonesia–Rusia dinilai berpotensi memberikan keuntungan ekonomi. Pakar energi Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menyebut Indonesia berpeluang memperoleh minyak Rusia dengan harga lebih murah dibandingkan pasar global.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!