Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Threads Dinilai sebagai Ancaman Terbesar Twitter, Apa Alasannya?

📅 Kamis, 13 Jul 2023, 11:40 WIB | Oleh: Tim Penulis

Komunitas adalah kunci sukses

Sebelum dikuasai oleh Musk, Twitter menikmati tahun-tahun penuh kesuksesan. Platform tersebut telah lama menjadi rumah untuk jurnalis, lembaga pemerintah, akademikus, dan masyarakat umum untuk berbagi informasi mengenai isu penting hari itu. Dalam kondisi darurat, Twitter menawarkan dukungan real-time. Saat bencana-bencana terburuk terjadi, para pengguna membagikan informasi dan membantu membuat keputusan yang menyelamatkan nyawa.

Meski bukan tanpa kekurangan - seperti akun troll, bot, hingga kekerasan di dunia - proses verifikasi Twitter dan kemampuan untuk memblokir dan melaporkan konten yang tak pantas memegang peranan penting dalam kesuksesan untuk membangun komunitas yang berkembang.

Hal ini jugalah yang membedakan Threads dari para pesaingnya. Dengan menghubungkan Threads ke Instagram, Meta memulai platform barunya dengan langkah yang signifikan dalam membentuk massa kritis jumlah pengguna, hal yang penting untuk menjadikan Threads sebagai platform terkemuka (privilese seperti ini tak dimiliki oleh Mastodon).

Para pengguna Threads tak hanya bisa mempertahankan username Instagram mereka, tetapi juga para pengikutnya. Kemampuan untuk bisa mempertahankan komunitas dalam aplikasi yang memberikan pengalaman serupa dengan Twitter menjadikannya ancaman terbesar untuk platform burung biru itu saat ini.

Penelitian saya menunjukkan bahwa orang paling mendambakan otoritas, keaslian, dan komunitas ketika mereka terlibat dengan informasi online. Dalam buku baru kami, rekan penulis saya Donald O. Case, Rebekah Willson, dan saya menjelaskan cara pengguna menelusuri informasi dari sumber yang mereka kenal dan percayai.

Para penggemar Twitter menginginkan platform alternatif dengan fungsi yang sama, tetapi yang paling penting mereka ingin bisa segera menemukan kawan-kawan mereka di sana. Mereka tak mau jika harus membangun ulang komunitas mereka. Hal inilah yang mungkin membuat mereka terus bertahan di Twitter, terlepas dari apa pun yang dilakukan Elon Musk.

Tantangan ke depan

Tentu saja, pengguna Twitter mungkin was-was kalau-kalau mereka lepas dari mulut harimau dan masuk ke mulut buaya. Mendaftar ke satu lagi aplikasi Meta menimbulkan kekhawatiran tersendiri.

Pengguna baru Threads yang membaca ketentuannya akan menyadari bahwa informasi mereka "mempersonalisasikan iklan dan pengalaman lainnya", baik di Threads maupun Instagram. Para pengguna juga telah menunjukkan bahwa kita hanya akan bisa menghapus akun Threads kita jika kita juga menghapus akun instagram kita.

Hal-hal semacam ini bisa jadi tak menyenangkan bagi para pengguna.

Selain itu, Meta memutuskan untuk tidak meluncurkan Threads di mana pun di Uni Eropa pada hari peluncurannya karena masalah regulasi. Undang-Undang Pasar Digital Uni Eropa yang baru dapat menimbulkan tantangan bagi Threads.

Misalnya, undang-undang tersebut menetapkan bisnis tidak dapat "melacak pengguna akhir di luar layanan platform inti [mereka] untuk tujuan iklan bertarget, tanpa persetujuan efektif yang telah diberikan". Ini mungkin bertentangan dengan kebijakan privasi Threads.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

36 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

42 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.