Threads Dinilai sebagai Ancaman Terbesar Twitter, Apa Alasannya?
📅 Kamis, 13 Jul 2023, 11:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Shutterstock/Adrian Tusar
Lisa M. Given, RMIT University
Diluncurkannya aplikasi media sosial Threads sebagai pesaing Twitter bisa membawa perubahan signifikan dalam industri media sosial.
Meta, yang juga merupakan empunya Facebook dan Instagram, meluncurkan platform baru itu pada 5 Juli 2023 atau lebih cepat dari yang dijadwalkan. Threads diterima khalayak dengan begitu cepat - terutama oleh gerombolan pengguna Twitter yang selama ini tak suka menyaksikan platform kesayangan mereka hancur di tangan Elon Musk.
Dalam kurang dari 24 jam, Threads berhasil menarik sekitar 30 juta pengguna. Mengingat Meta telah memiliki lebih dari dua miliar pengguna Instagram yang dapat menghubungkan profilnya ke Threads, basis pengguna platform anyar tersebut akan berkembang cepat.
Dengan feed hitam dan putih sederhana, dan fitur yang memungkinkanmu untuk membalas, menyukai, mengutip, dan mengomentari unggahan pengguna lain, kemiripan antara Threads dan Twitter cukup jelas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sekarang, pertanyaannya adalah: apakah Threads akan jadi satu-satunya platform yang pada akhirnya menggeser Twitter?
Kita pernah mengalaminya sebelumnya
Pada Oktober tahun lalu, pengguna Twitter tak berdaya menyaksikan Elon Musk menjadi CEO platform tersebut. Mastodon menjadi pelarian pertama mereka. Namun, banyak yang merasa server Mastodon yang terdesentralisasi sulit dan membingungkan untuk digunakan, dengan tiap servernya memiliki aturan konten yang berbeda dan komunitas yang berbeda pula.
Sebaiknya Anda baca juga:
Banyak penggemar Twitter yang membuat akun cadangan di Mastodon sebagai antisipasi jika platform tersebut crash, sembari menanti-nanti apa yang akan dilakukan Musk selanjutnya.
Penantian ini tak panjang. Ketidakstabilan dan "pemadaman" platform menjadi hal biasa ketika Musk mulai memberhentikan staf Twitter (dia sekarang telah memecat sekitar 80% tenaga kerja asli Twitter).
Tak lama kemudian, Musk menjadi pemberitaan dan membuat warga Twitter was-was karena meningkatkan sistem verifikasi dan memaksa para pemegang "centang biru" untuk membayar hak istimewa dari otentikasi akun mereka. Langkah ini membuka pintu untuk para akun peniru dan penyebaran misinformasi skala besar. Beberapa merek perusahaan besar meninggalkan Twitter, membawa uang iklan mereka keluar dari sana.
Musk juga melabeli organisasi-organisasi media terpercaya seperti BBC sebagai media "milik negara", hingga akhirnya menarik kebijakan tersebut setelah diserang publik. Yang lebih anyar, ia mulai membatasi berapa banyak cuitan yang bisa dilihat pengguna dan mengumumkan bahwa TweetDeck (sebuah perangkat untuk menjadwalkan Twitter) akan dibatasi hanya untuk akun berbayar.
Pengguna Twitter telah mencoba berbagai alternatif, termasuk Spoutible dan Post. Bluesky, yang dibuat oleh Jack Dorsey sebagai salah satu pendiri Twitter, mulai berkembang - tetapi pertumbuhannya terbatas karena proses registrasinya yang terbatas hanya untuk undangan.
Belum ada platform yang sesuai dengan ekspektasi para pengguna Twitter … hingga akhirnya Threads muncul.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!