Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasil Riset: Kepuasan Hidup Rendah Jika Hanya Wanitanya yang Mencari Nafkah

📅 Selasa, 11 Jul 2023, 11:15 WIB | Oleh: Tim Penulis

Namun, bahkan setelah memperhitungkan faktor-faktor ini, kesejahteraan laki-laki masih lebih rendah setengah poin kepuasan hidup (-0,585) ketika perempuannya menjadi satu-satunya pencari nafkah. Di Jerman, perbedaan ini lebih dari satu poin kepuasan hidup penuh (-1,112).

Jadi, meski studi kami menunjukkan karakteristik pasangan yang perempuannya pencari nafkah sebagian besar menunjukkan tingkat kesejahteraan perempuan yang lebih rendah, tidak ada perbedaannya juga dengan tingkat kesejahteraan laki-laki.

Maskulinitas, pengangguran dan kesejahteraan

Di banyak negara, menjadi pencari nafkah tetap penting bagi rasa harga diri laki-laki. Menafkahi keluarga dianggap sebagai kunci maskulinitas dan indikator untuk menjadi "ayah" yang baik. Ketika peran ini dibalik, pasangan tersebut dapat mengalami "sanksi" sosial seperti digosipkan, diejek dan dinilai negatif oleh keluarga, teman, dan orang-orang yang mereka kenal, serta terkena masalah kesehatan mental.

Laki-laki yang menganggur mungkin sangat rentan mengisolasi diri dan merasakan kesepian, karena mereka memiliki kemungkinan lebih kecil dibandingkan perempuannya untuk bisa masuk ke dalam jejaring sosial yang bisa membantu mereka, seperti jaringan pertemanan yang terbentuk di gerbang sekolah.

Sementara itu, ekspektasi gender tentang ketidakegoisan dapat membuat perempuan melangkah lebih jauh daripada laki-laki dalam menutupi tingkat stresnya dari pasangannya. Ini juga bisa terjadi sebaliknya: ketika laki-laki menganggur, perempuan mungkin lebih peka dan terpengaruh secara negatif oleh penderitaan pasangannya daripada jika peran ini dibalik.

Namun, menjadi pengangguran telah menjadi bagian normal dari siklus kehidupan kerja, termasuk bagi para profesional kelas menengah yang secara tradisional seharusnya lebih terlindung dari risiko ini. Temuan kami menunjukkan bahwa norma gender memengaruhi cara pasangan mengatasi fase pengangguran - laki-laki lebih menghargai status pekerjaan mereka daripada pekerjaan pasangan mereka.

Selain itu, tekanan yang dirasakan laki-laki ketika ada di situasi di mana perempuannya yang mencari nafkah dapat memicu perempuan untuk menahan diri dari mengambil pekerjaan dengan gaji lebih tinggi, yang kemudian memperkuat ketidaksetaraan gender dalam pekerjaan, kemajuan karir, dan pendapatan.

Jelas, jalan masih panjang untuk memutuskan keterkaitan antara pencarian nafkah dan maskulinitas. Menantang idealisme "pencari nafkah adalah laki-laki" ini sangat penting agar laki-laki tidak lagi merasa gagal ketika mereka tidak mampu memenuhi harapan ini.The Conversation

Helen Kowalewska, Lecturer in Social Policy, University of Bath

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.