Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sejarah Kelam Perburuan Trenggiling yang Bikin Satwa ini Nyaris Punah

📅 Senin, 10 Jul 2023, 10:57 WIB | Oleh: Tim Penulis

Sisik kering trenggiling dijual dalam bentuk lembaran kulit yang mempunyai berat sekitar 700-800 gr/lembar. Sisik ini kemungkinan menunjukkan ukuran trenggiling remaja (sub-adult) ke dewasa.

Saat itu, ekspor trenggiling Indonesia ke Hong Kong saja diperkirakan berkisar antara 4000 sampai 5000 ekor per tahun. Kemungkinan besar masih berupa panenan dari Pulau Jawa.

Secara khusus, kenaikan taraf hidup masyarakat Cina turut melonjakkan permintaan daging dan sisik trenggiling, selain untuk pengobatan, juga untuk bahan makanan. Hal ini menyebabkan perburuan semakin tidak terkendali.

Hasil penelitian tahun 2016-2017 pada para dokter rumah sakit dan toko obat tradisional resmi di dua provinsi di Cina, menemukan bahwa obat tradisional berbahan baku trenggiling merupakan komoditas yang banyak diminta pasien di 66% rumah sakit dan 34% toko obat. Permintaan obat ini selalu melebihi stok yang tersedia.

Perburuan habis-habisan menyebabkan populasi trenggiling di kawasan Indocina berada di titik nadir. Ini ditandai dengan semakin susahnya mendapatkan individu trenggiling di wilayah Indocina. Populasi di satu provinsi di Cina pada dekade 1960-an dilaporkan mencapai 100 ribu ekor tapi turun sekitar 70-90% pada 2000-an.

Para pemburu dan penyelundup tak menyerah. Mereka memperluas wilayah operasinya pada awal 2000-an: keluar dari kawasan Indocina dan menyasar semua jenis trenggiling yang ada di dunia. Itu sebabnya perburuan besar-besaran bergeser ke negara Asia, seperti Indonesia, dan terakhir adalah Afrika.

Di wilayah Afrika, trenggiling cenderung lebih mudah ditangkap. Sebab, selain karena pengawasan yang cukup lemah, trenggiling Afrika mudah terlihat lantaran banyak berkelana di permukaan tanah dengan topografi yang landai. Ukurannya pun yang lebih besar dari jenis di Asia.

Sebaliknya, trenggiling di Indonesia bersembunyi di lubang-lubang tanah atau perakaran pohon besar dengan topografi berbukit dan padat tegakkan (banyak pohon). Kebiasaan hidup menyendiri (soliter) menjadikan trenggiling sebagai salah satu satwa yang susah dijumpai.

Walau begitu, sebaran populasi trenggiling yang sangat luas, banyaknya pintu keluar informal, serta kondisi ekonomi di pedesaan, membuat tekanan perburuan trenggiling di Indonesia tetap tinggi.

Sejak 2007, pemerintah Cina sebenarnya menetapkan bahwa sisik atau bagian tubuh trenggiling hanya bisa digunakan sebagai racikan obat tradisional oleh perusahaan yang terdaftar sebagai produsen.

Namun sejak kasus Pandemi COVID-19 merebak, pemerintah Cina pada Mei 2020 menerbitkan peraturan yang melarang penggunaan bagian tubuh trenggiling sebagai bahan dasar racikan obat tradisional. Larangan ini diduga terbit karena ada kemungkinan virus corona berasal dari aktivitas perdagangan trenggiling.

Ketetapan ini masih menjadi pertanyaan besar dunia. Pasalnya, pemerintah Cina juga masih membuka kesempatan pemanfaatan pada industri besar obat tradisional terdaftar.

Selain di Cina, trenggiling juga digunakan dalam tradisi pengobatan tradisional di Afrika dan India. Namun, tingkat penggunaanya tidak se-membahayakan di kawasan Indocina. Di Indonesia, belum ada catatan yang menemukan penggunaan trenggiling dalam racikan obat tradisional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

40 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.