Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Komunikasi Otak dan Pencernaan Pengaruhi Kesehatan Neurologis

📅 Senin, 10 Jul 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Komunikasi Otak dan Pencernaan Pengaruhi Kesehatan Neurologis Doc: Philippe LOPEZ / AFP

Tim insinyur MIT berhasil menunjukkan komunikasi antar organ tubuh khususnya antara otak dan sistem pencernaan yang berpengaruh pada kesehatan. Dengan menciptakan sensor dan antarmuka, tim dapat menunjukkan pengaruh keduanya terhadap kesehatan seperti autisme dan penyakit Parkinson.

Otak dan saluran pencernaan terus berkomunikasi, menyampaikan sinyal yang membantu mengontrol makan dan perilaku lainnya. Jaringan komunikasi yang luas ini juga mempengaruhi kondisi mental dan menyebabkan terjadinya banyak gangguan saraf, seperti pada kondisi neurologis seperti autisme dan penyakit Parkinson

Untuk menyelidiki hubungan tersebut, para insinyur Massachusetts Institute of Technology (MIT) telah merancang teknologi baru. Mereka menggunakan serat yang disematkan dengan berbagai sensor, serta sumber cahaya untuk stimulasi optogenetik.

Optogenetik digunakan di berbagai protein teraktivasi cahaya yang dikode secara genetik untuk memanipulasi sel-sel dengan cahaya melalui metode non invasif. Singkatnya, optogenetik adalah peralatan untuk manipulasi sistem saraf.

Melalui optogenetik para peneliti telah menunjukkan bahwa mereka dapat mengontrol sirkuit saraf yang menghubungkan usus dan otak pada tikus. Dalam sebuah studi baru, para peneliti menunjukkan bahwa mereka dapat menginduksi perasaan kenyang atau perilaku memanipulasi sel-sel usus.

Di masa depan ketika diterapkan pada manusia mereka berharap dapat mengeksplorasi beberapa korelasi yang telah diamati, yaitu antara kesehatan pencernaan dan kondisi neurologis. Dua contohnya adalah autisme dan penyakit Parkinson.

Peneliti menggunakan serat fleksibel yang dilengkapi dengan sensor dan sumber cahaya. Sistem ini dapat digunakan untuk memanipulasi dan memantau hubungan antara otak dan saluran pencernaan pada tikus.

"Hal yang menarik di sini adalah kami sekarang memiliki teknologi yang dapat mendorong fungsi dan perilaku usus seperti makan. Lebih penting lagi, kita memiliki kemampuan untuk mulai mengakses crosstalk antara usus dan otak dengan presisi optogenetika milidetik, dan kita dapat melakukannya dalam perilaku hewan," kata Polina Anikeeva, Direktur Asosiasi Laboratorium Riset Elektronik MIT, dan anggota Institut Riset Otak McGovern MIT, dikutip Scitech Daily.

Anikeeva adalah penulis senior studi baru yang diterbitkan pada 22 Juni di jurnal Nature Biotechnology. Penulis utama makalah ini adalah mahasiswa pasca sarjana MIT Atharva Sahasrabudhe, mahasiswa pasca doktoral Universitas Duke, Laura Rupprecht, mahasiswa pascadoktoral MIT, Sirma Orguc, dan mantan mahasiswa pascadoktoral MIT, Tural Khudiyev.

Koneksi Otak-Tubuh

Tahun lalu, Institut McGovern meluncurkan K Lisa Yang Brain-Body Center untuk mempelajari interaksi antara otak dan organ tubuh lainnya. Penelitian di pusat tersebut berfokus untuk menjelaskan bagaimana interaksi ini membantu membentuk perilaku dan kesehatan secara keseluruhan dengan tujuan mengembangkan terapi masa depan untuk berbagai penyakit.

Anikeeva mengatakan ada persilangan dua arah yang terus menerus antara tubuh dan otak. Untuk waktu yang lama, mereka mengira otak adalah tiran yang mengirimkan output ke organ dan mengontrol segalanya tanpa melakukan komunikasi dengan organ tubuh lain.

"Tapi sekarang kita tahu ada banyak umpan balik kembali ke otak, dan umpan balik ini berpotensi mengendalikan beberapa fungsi yang sebelumnya kita kaitkan secara eksklusif dengan kontrol saraf pusat," kata dia.

Sebagai bagian dari pekerjaan pusat tersebut, Anikeeva berangkat untuk menyelidiki sinyal yang melewati antara otak dan sistem saraf usus, juga disebut sistem saraf enterik. Sel-sel sensorik di usus mempengaruhi rasa lapar dan kenyang melalui komunikasi saraf dan pelepasan hormon.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.