Bangunan di London Terancam Runtuh karena Perubahan Iklim
📅 Minggu, 09 Jul 2023, 22:34 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S"Di sebagian besar belahan dunia lainnya, penurunan muka tanah biasanya terjadi akibat pengambilan air tanah," kata Direktur Sains Climate X, Claire Burke.
"Enam minggu ke depan akan menjadi kunci cuaca dalam menentukan apakah akan ada peningkatan klaim terkait tanah liat," menurut catatan yang diterbitkan oleh Zurich Insurance Group AG pada Juni.
Laporan itu menunjukkan Inggris mengalami Februari terkering dalam 30 tahun pada 2023, diikuti oleh Maret terbasah dalam lebih dari 40 tahun, pola cuaca yang berisiko melonjaknya klaim asuransi. Ada peningkatan 26 persen dalam volume klaim keseluruhan yang dilaporkan untuk Inggris pada tahun 2022 dibandingkan dengan tahun 2021.
"Lima bulan pertama tahun 2023 telah melihat volume klaim yang dilaporkan melonjak 40 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2022," kata catatan itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Jones, jalan-jalan dengan deretan pohon di bagian timur London sangat rentan terhadap penurunan tanah, menyiratkan tanah liat di sana dapat mengembang dan menyusut lebih banyak daripada di daerah lain.
Kantor Wali Kota London, Sadiq Khan, tidak mengomentari secara khusus masalah terkait penurunan tanah dalam menanggapi pertanyaan. Tetapi seorang juru bicara mengatakan, Wali Kota London, Sadiq Khan,berkomitmen untuk memastikan kota itu siap menghadapi risiko yang terkait dengan perubahan iklim, termasuk panas ekstrem.
Sementara perubahan iklim bukan satu-satunya faktor di balik kerusakan yang terkait dengan penurunan muka tanah pada bangunan, akar pohon juga menyebabkan hal ini dengan mencapai kedalaman dan menyerap semua kelembapan dari tanah, peristiwa cuaca yang tidak menentu, ditambah dengan tanah liat unik London, tentu memperburuk masalah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penelitian geologi diperlukan untuk mengetahui kapan risiko penurunan muka tanah lebih mungkin terjadi, menurut Jones. Ini bisa berarti membatasi ambang suhu atau sejumlah hari suhu tinggi berturut-turut.
"Yang perlu kita cari tahu adalah apakah ada titik pemicu dan kapan tepatnya ini terjadi," katanya.
"Kemudian kita dapat menggunakan poin pemicu ini untuk memberi saran dan membentuk kebijakan dengan lebih baik," tutupnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!