Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Soal Limbah Nuklir Jepang, Tiongkok Ingatkan Laporan IAEA Bukan 'Lampu Hijau'

📅 Kamis, 06 Jul 2023, 08:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Soal Limbah Nuklir Jepang, Tiongkok Ingatkan Laporan IAEA Bukan 'Lampu Hijau' Doc: BBC/AFP
Ket. Para pekerja saat membersihkan PLTN Fukushima pasca-tsunami 2011.

BEIJING - Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan bahwa laporan IAEA tak boleh dianggap sebagai "lampu hijau" bagi pembuangan air limbah nuklir Jepang, meski iameyakini rencana Jepang membuang air limbah terkontaminasi nuklir ke laut sudah sesuai dengan standar keamanan internasional dan IAEA akan melakukan pemantauan jangka panjang terkait aktivitas pembuangan tersebut.

Jubir itu mengatakan bahwa laporan tersebut diketahui gagal untuk sepenuhnya mencerminkan pandangan dari para pakar yang berpartisipasi dalam proses peninjauan, dan kesimpulannya tidak dibagikan oleh semua pakar. Pihak Tiongkok menyesalkan perilisan tergesa-gesa laporan tersebut.

Karena mandatnya yang terbatas, IAEA gagal meninjau justifikasi dan legitimasi dari rencana pembuangan air limbah nuklir Jepang ke laut, dan gagal menilai efektivitas jangka panjang fasilitas pemurnian Jepang, serta mengonfirmasi keaslian dan akurasi data Jepang tentang air yang terkontaminasi nuklir itu. Oleh karena itu, kesimpulannya secara umum terbatas dan tidak lengkap, kata jubir itu.

Untuk menghemat biaya, Jepang bersikeras membuang air limbah terkontaminasi nuklir ke laut dan mengabaikan kekhawatiran dan penolakan dari masyarakat internasional serta menjadikan Samudra Pasifik sebagai "saluran pembuangan," sebut jubir itu.

Sang jubir menambahkan apa pun yang dikatakan dalam laporan tersebut tidak akan mengubah fakta bahwa Jepang akan membuang jutaan ton air limbah yang terkontaminasi nuklir Fukushima ke Samudra Pasifik dalam tiga dekade mendatang.

"Akankah fasilitas pemurnian Jepang efektif dalam jangka panjang? Dapatkah masyarakat internasional memperoleh informasi dengan tepat waktu ketika air yang dibuang sudah melebihi batas pembuangan? Apa saja dampak dari akumulasi dan konsentrasi radionuklida jangka panjang terhadap lingkungan laut, keamanan pangan, dan kesehatan masyarakat? Ini merupakan pertanyaan-pertanyaan yang gagal dijawab oleh laporan IAEA," ujar jubir itu.

Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (United Nations Convention on the Law of the Sea/UNCLOS) menetapkan bahwa semua negara memiliki kewajiban untuk melindungi dan melestarikan lingkungan laut, dan Konvensi Pencegahan Pencemaran Laut dengan Membuang Limbah dan Bahan Lainnya (Convention on the Prevention of Marine Pollution by Dumping of Wastes and Other Matter) pada 1972 melarang pembuangan semua jenis limbah radioaktif ke laut dari struktur buatan manusia di laut.

Jadi menurut jubir itu, apa yang dilakukan Jepang bertentangan dengan tanggung jawab dan kewajiban moral internasionalnya di bawah undang-undang internasional.

"Kami sekali lagi mendesak pihak Jepang untuk menghentikan rencana pembuangannya, dan dengan sungguh-sungguh membuang air yang terkontaminasi nuklir itu dengan cara yang berbasis ilmu pengetahuan, aman, dan transparan," kata jubir itu.

Selain itu, jubir tersebut juga mendesak pihak Jepang untuk bekerja sama dengan IAEA agar dapat segera memberlakukan mekanisme pemantauan internasional jangka panjang yang akan melibatkan para pemangku kepentingan, termasuk negara-negara tetangga Jepang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Olahraga
Kalah dari Persija, Pelatih...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.