Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK Ungkap 63 Perusahaan Antre IPO Tahun Ini

📅 Rabu, 05 Jul 2023, 14:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
OJK Ungkap 63 Perusahaan Antre IPO Tahun Ini Doc: ANTARA/Sanya Dinda.
Ket. Tangkapan layar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi dalam konferensi pers daring, Selasa (4/7/2023).

JAKARTA - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi mencatat pasar modal Indonesia berhasil menghimpun dana sebesar Rp154,13 triliun selama Juni 2023.

"Untuk penghimpunan dana di pasar modal, di Juni ini masih terjaga cukup tinggi sebesar Rp154,13 triliun dengan emiten baru tercatat sebanyak 43 emiten," kata Inarno dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK di Jakarta, Selasa (5/7).

Dalam pipeline (antrean), dia menyebutkan masih terdapat 90 rencana penawaran umum dan rencana Initial Public Offering (IPO) oleh 63 perusahaan.

Pasar saham Indonesia pada Juni 2023 menguat 0,43 persen month to date ke level 6.661 didorong oleh saham-saham di sektor transportasi, logistik, dan keuangan.

Secara year to date, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 2,76 persen dengan investor nonresiden membukukan net buy senilai Rp16,21 triliun atau menurun dari posisi Mei 2023 yang sebesar Rp18,91 triliun.

Di pasar obligasi, indeks pasar obligasi (Indonesia Composite Bond Index/ICBI) tercatat menguat 6,48 persen year to date ke level 367,1, meskipun terdapat aliran dana keluar atau outflow dari investor nonresiden sebesar Rp637,9 miliar secara year to date.

"Sementara itu, pasar SBN (Surat Berharga Negara) masih menunjukkan tren positif dan membukukan dana masuk investor asing yang mencapai Rp17,5 triliun secara month to date hingga 27 Juni 2023," kata Inarno.

Hal tersebut membuat yield atau imbal hasil SBN menurun hingga 1,2 basis poin (bps) di seluruh tenor sehingga secara year to date, yield SBN telah turun rata-rata sebesar 7,55 bps di seluruh tenor dengan net buy investor non residen senilai Rp84,7 triliun.

Di industri reksa dana, nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana per 26 Juni 2023 tercatat sebesar Rp511 triliun atau naik 1,26 persen month to date dengan investor reksa dana membukukan net subscription Rp3,4 triliun.

"Secara year to date, NAB meningkat 1,23 persen dan tercatat net subscription sebesar Rp0,75 triliun," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.