Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cuaca Ekstrem di Tiongkok Telan Korban Jiwa dan Ciptakan Kerusakan

📅 Rabu, 05 Jul 2023, 00:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cuaca Ekstrem di Tiongkok Telan Korban Jiwa dan Ciptakan Kerusakan Doc: ANTARA/Reuters/Aly Song
Ket. Foto arsip - Seorang pria yang mengenakan masker berjalan di tengah peringatan gelombang panas, menyusul wabah Covid-19 di Shanghai, Tiongkok, 13 Juli 2022.

BEIJING - Hujan lebat, cuaca panas, dan hujan es akibat cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir telah merenggut korban jiwa, menimbulkankerusakan infrastruktur dan pangan, serta mengancam ketersediaan hewan ternak di seantero Tiongkok.

Hujan lebat memicu banjir bandang yang merenggut satu korban jiwa dan mengakibatkan dua orang hilang di Daerah Otonomi Mongolia Dalam di utara Tiongkok pada Minggu (2/7), sebut jaringan televisi CCTV pada Senin.

Berbagai daerah di Tiongkok utara dilanda cuaca panas yang terjadi lebih awal dari biasanya dan mencakup area lebih luas, kata Pusat Iklim Nasional (NCC).

Kondisi ini diperkirakan berlangsung sampai 10 hari ke depan, sehingga 1,4 miliar penduduk Tiongkok semakin mengkhawatirkan dampak perubahan iklim.

Warga mengungkapkan keluh kesahnya atas cuaca panas ini lewat media sosial.

"Aku bosan mendengar kata 'suhu panas'", tulis seorang pengguna media sosial.

"Aku sudah tak bisa menangis karena air mataku sudah habis," kata warga lain.

Petugas penyelamat di berbagai daerah di selatan Tiongkok, termasuk Provinsi Guizhou, terus berusaha mengungsikan penduduk dan hewan ternak ke tempat yang aman dari banjir dan tanah longsor sejak Jumat pekan lalu, lapor CGTN.

Hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah di Provinsi Yunnan sepanjang akhir pekan lalu, membuat sejumlah kendaraan terseret arus di jalan-jalan yang sudah menjelma menjadi sungai.

Di Provinsi Sichuan, banjir lumpur pekan lalu merenggut sejumlah nyawa.

Biro Penanganan Keadaan Darurat Provinsi Hunan melaporkan 95.399 orang dan 6.648,34 hektar lahan pertanian terdampak banjir di Xiangxi.

Bencana itu menimbulkan kerugian sebesar 79 juta dolar AS (Rp1.19 triliun).

Selama berpekan-pekan, ahli meteorologi memperingatkan kemungkinan konveksi cuaca yang kuat disertai badai petir.

Terlihat dalam sebuah video yang diunggah di media sosial, badai es di Provinsi Heilongjiang pada Sabtu pekan lalu membuat kaca jendela pecah.

Sementara itu, John Kerry, utusan khusus presiden Amerika Serikat untuk urusan iklim, akan mengunjungi Tiongkok dalam waktu dekat untuk menggelar beberapa pertemuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rieke Buka Pameran Warna-Warni Parlemen 2026

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...
Olahraga
Chelsea Umumkan Transfer Ge...
Megapolitan
Obsesi Jadi Vampir, Pria In...
Luar Negeri
Trump Beri Iran Kesempatan ...

Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.