Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

The Flash akan Menjadi Kegagalan Box Office Terburuk dalam Sejarah Warner Bros

📅 Senin, 03 Jul 2023, 12:25 WIB | Oleh:
The Flash akan Menjadi Kegagalan Box Office Terburuk dalam Sejarah Warner Bros Doc: Istimewa
Ket. Jika kinerja buruk terus berlanjut, The Flash akan mengalami kerugian lebih dari 200 juta dolar AS.

LOS ANGELES - Sarat pujian kritikus ternyata belum menjamin sebuah film akan sukses mendulang uang. Kisah laga superhero, The Flash, karya Andy Muschietti saat ini diproyeksikan menjadi kegagalan terbesar dalam sejarah studio Warner Bros (WB).

Menyusul kampanye pemasaran dari mulut ke mulut yang sangat positif, didorong oleh komentar dari aktor Tom Cruise, penulis Stephen King, dan co-CEO DC Studios James Gunn, The Flash sempat menjadi kandidat blockbuster di box office domestik dan global.

The Direct melaporkan, hingga kini, film yang menampilkan kembali Michael Keaton sebagai Batman tua itu baru menghasilkan kurang dari 100 juta dolar AS di box office domestik.

Tersandung ke akhir pekan ketiga, The Flash kehilangan layar 1.538 bioskop Amerika Utara, membuat peluangnya semakin rendah.

Analis box office, Luiz Fernando baru-baru ini memprediksi, jika kinerja The Flash yang buruk terus berlanjut, film tersebut akan kehilangan lebih dari 200 juta dolar AS.

Fernando menyebutkan bahwa anggaran promosi sebesar 150 dolar AS dari The Flash bahkan mungkin tidak akan kembali dari pendapatan box office. "Dan WB akan kehilangan lebih sedikit uang untuk merilisnya di Max atau tidak merilisnya sama sekali," tuturnya.

Bagaimana posisi The Flash dengan kegagalan besar Warner Bros. lainnya di masa lalu?

Karena pandemi global dan keputusan WB untuk merilis semua filmnya hari-dan-tanggal di bioskop dan di HBO Max, beberapa film baru-baru ini menjadi kerugian besar bagi studio.

Dipengaruhi langsung oleh COVID-19, Wonder Woman 1984 kehilangan sekitar 137 juta dolar AS, sementara mitra DC-nya, The Suicide Squad, yang mendapat sambutan luar biasa dari kritikus, kehilangan 120 juta dolar AS.

Dua kegagalan terbaru lainnya adalah The Matrix Resurrections, yang dibintangi Keanu Reeves, dan Space Jam LeBron James: A New Legacy remake. Yang pertama kehilangan 130 juta dolar AS sementara yang terakhir kehilangan 111 juta dolar AS.

Warner Bros. juga mengalami beberapa kegagalan pra-pandemi selama tahun 2010-an. King Arthur: Legend of the Sword tahun 2017, dibintangi oleh Charlie Hunnam, dengan kerugian sekitar 153,2 juta dolar AS setelah menghasilkan kurang dari 149 juta dolar AS di seluruh dunia.

Semenata kegagalan epik luar angkasa WB yang dibintangi Channing Tatum dan Mila Kunis, Jupiter Ascending, sekitar 120 juta dolar AS, menghasilkan 47,4 juta dolar AS di dalam negeri (total 183,9 juta dolar AS di seluruh dunia).

Dalam perbandingan, The Flash akan menjadi kerugian terbesar bagi WB, kegagalan bersejarah, bahkan ketika disesuaikan dengan inflasi.

Jika tidak mengikuti nilai inflasi, berikut adalah potensi kerugian The Flash bersama dengan kegagalan WB lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Janice/Chong Singkirkan Ung...
Ekonomi
Sentimen The Fed Masih Domi...
Megapolitan
BMKG: Sebagian Jakarta Baka...
Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.