Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Putin Dilemahkan Wagner, tapi Ukraina juga Melewatkan Kesempatan Ini

📅 Jumat, 30 Jun 2023, 11:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Saat ini, ada indikasi bahwa keduanya mungkin diganti. Shoigu akan digantikan oleh Aleksey Dyumin, yang pernah menjadi pemimpin operasi yang menghasilkan aneksasi Krimea oleh Rusia pada 2014 dan saat ini menjabat sebagai gubernur regional Tula. Gerasimov diduga akan digantikan oleh Sergey Surovikin, salah satu wakilnya saat ini, yang sempat bertanggung jawab atas perang di Ukraina selama musim gugur dan musim dingin 2002-2023.

Ini semua tidak mencerminkan citra pemimpin yang kuat, baik di dalam maupun di luar negeri. Selain itu, fakta bahwa Putin harus membuat kesepakatan sejak awal dan bahwa tentara bayaran Prigozhin bisa maju begitu dekat ke Moskow tanpa menghadapi perlawanan apa pun di lapangan adalah hal yang signifikan.

Ini mengindikasikan keterbatasan kapasitas Rusia untuk menanggapi krisis dan mengerahkan sumber daya militer dan keamanan di luar perang di Ukraina.

Kurangnya perlawanan terhadap Prigozhin dan dukungan publik yang tampak jelas diterima Wagner di Rostov-on-Don juga menunjukkan kurangnya antusiasme perang di Ukraina di antara elit regional dan orang-orang di luar gelembung Kremlin. Ini kemudian menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana perasaan masyarakat biasa tentang perubahan rezim yang pilihannya adalah antara Putin dan Prigozhin.

Terungkapnya kelemahan ini juga seharusnya menimbulkan kekhawatiran bagi beberapa sekutu Rusia yang tersisa. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdo?an, menjadi salah satu di antara para pemimpin asing pertama yang berbicara dengan Putin setelah pidatonya di televisi pada Sabtu pagi.

Kremlin juga mengirim Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Andrey Rudenko, ke Beijing untuk berbicara dengan Menteri Luar Negeri Cina, Qin Gang, untuk "bertukar pandangan tentang hubungan Cina-Rusia dan isu-isu internasional serta regional yang menjadi perhatian bersama".

Turki dan Cina akan melihat gejolak di negara tetangga yang bersenjata nuklir ini dengan beberapa kekhawatiran. Dan kedua negara, juga Kazakhstan, dan negara tetangga Rusia lainnya di Asia Tengah, akan memiliki keraguan yang semakin dalam tentang seberapa andal Putin sebagai mitra mereka pada masa depan.

Peluang yang terlewatkan bagi Ukraina

Pemberontakan Wagner ini mungkin akan menjadi catatan untuk Ukraina dan sekutu Barat-nya. Sebagian besar sekutu Kyiv umumnya membatasi diri mereka hanya pada pernyataan keprihatinan dan mencatat bahwa mereka memantau peristiwa yang sedang berlangsung. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, sementara itu, menyoroti kekacauan di Rusia dan penghinaan yang ditujukan untuk Putin.

Penasihat senior Zelensky, Mykhailo Podolyak, menyatakan kekecewaannya karena Prigozhin menyerah begitu cepat. Oleksiy Danilov (Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Ukraina) dan sejarawan Ukraina Georgiy Kasianov melihat pemberontakan Prigozhin sebagai tanda akan terjadinya perpecahan di Rusia pada masa mendatang.

Ini mungkin menjadi poin utama dari perspektif Kyiv. Seandainya kekacauan di Rusia berlanjut cukup lama, maka akan tercipta peluang nyata untuk kemajuan lebih lanjut dalam serangan balasan yang, diakui sendiri oleh Zelensky minggu lalu, menunjukkan kemajuan yang lebih sedikit kurang cepat dari yang diperkirakan.

Dalam hal ini juga, pemberontakan Prigozhin yang gagal dapat dilihat sebagai "gladi resik" penting yang menawarkan pelajaran berharga, terutama bagi sekutu Barat Ukraina.

Militer Ukraina yang diperlengkapi persenjataan dan terlatih dengan lebih baik dapat memanfaatkan lebih banyak, bahkan dalam periode singkat, kekacauan di Rusia ini. Lebih banyak tank dan artileri, sistem pertahanan udara yang lebih banyak dan lebih baik, dan lebih banyak pesawat tempur tidak akan membantu salah satu penjahat perang Rusia - Putin dan Prigozhin - untuk mengalahkan yang lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

10 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

15 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Perwakilan ICRC Temui Aung ...
Olahraga
Kabar Gembira, Reno Salampe...
Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...
Luar Negeri
Kebakaran Gudang Limbah Anc...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.