“Implosion', Jenis Ledakan yang Menghancurkan Kapal Selam Titan
📅 Selasa, 27 Jun 2023, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono"Di dasar samudra di kedalaman tempat Titanic berada kedalaman 3.800 meter, tekanannya hampir 380 kali lebih besar daripada di permukaan," ucap Luc Wille, profesor dan ketua fisika di Florida Atlantic University. "Para penyelam akan biasanya merasakan tekanan meningkat ketika menyelam semakin dalam," imbuh dia.
Menurut Wille, orang-orang selalu meremehkan dampak dari tekanan air laut di bagian dalam. Padahal pada kedalaman tersebut tekanannya lebih dari 4.400 pon atau 2.200 kilogram per inci persegi. Dengan kekuatan seperti itu, maka setiap ada cacat pada lambung Titan bisa memicu ledakan.
Ketika tim SAR merujuk ledakan kolom air (water column implosion) yang terjadi pada Titan maka mereka sedang menerangkan antara permukaan air dan dasar air laut. Pada kedalaman terjadi tekanan eksternal terhadap suatu benda yang memicu terjadinya ledakan jenis implosion yang meruntuhkan dinding kapal ke dalam. "Sebuah retakan, cacat pada bahan atau desain lambung atau kegagalan struktural dapat meledakkan kapal selam Titan," kata dia.
Apakah Angkatan Laut AS dapat mendeteksi suara ledakan itu? Menurut para ahli pasti terdeteksi. Hasil analisa data akustik yang dikumpulkan oleh lembaga itu menemukan anomali yang bisa jadi merupakan ledakan atau ledakan sekitar waktu kapal selam itu kehilangan kontak. "Kemungkinan peralatan pemantauan lain juga menangkap suara itu," kata Eric Fusil, seorang ahli kapal selam dan profesor di Fakultas Teknik Elektro dan Mekanik Universitas Adelaide.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pihak angkatan laut dan lainnya biasanya memantau suara di lepas pantai untuk membantu penelitian spesies yang terancam punah. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!