Awas! Ini Efek Samping Jika Terlalu Banyak Makan Keju
📅 Senin, 26 Jun 2023, 16:25 WIB | Oleh: Rivaldi Dani RahmadiKeju yang dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan perut kembung yang tidak nyaman. Seorang ahli diet, Amy Gorin menjelaskan bahwa orang yang kesulitan mencerna produk susu kemungkinan besar akan merasa kembung dalam waktu 30 menit sampai dua jam.
Tentu saja, mengurangi konsumsi keju secara keseluruhan dapat membantu, tapi jika Anda masih mengalami banyak kembung setelah makan keju dalam jumlah kecil, Anda dapat mencoba mencampur jenisnya. Gorin mengatakan bahwa muenster, brie, dan camembert memiliki kandungan laktosa yang lebih rendah dibandingkan keju lainnya, sehingga lebih mudah dicerna dan menimbulkan efek samping yang lebih sedikit.
Gorin menambahkan bahwa jika Anda sangat tidak toleran terhadap laktosa dan makan terlalu banyak keju, semua laktosa itu akan berpindah ke usus besar alih-alih diproses dan diserap di dalam tubuh.
"Di dalam usus besar, laktosa yang tidak tercerna akan bergabung dengan bakteri normal dan menyebabkan gas," jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut FDA, mengalami gas segera setelah makan produk susu seperti keju adalah salah satu tanda yang paling umum dari kurangnya laktase, yaitu enzim yang memecah laktosa, atau gula, dalam produk susu.
8. Diare
Ahli diet sekaligus pendiri Rooted Wellness, Sarah Rueven mengatakan, mengonsumsi produk susu yang berlebihan dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang serius bagi orang dengan kemampuan mencerna laktosa yang terbatas.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ketika seseorang dengan intoleransi laktosa mengonsumsi keju, laktase dalam keju tidak dipecah dan malah difermentasi di dalam usus oleh bakteri," jelas Rueven, yang mengatakan bahwa hal ini dapat menyebabkan diare di antara beberapa gejala pencernaan yang tidak menyenangkan lainnya.
9. Kesehatan jantung terganggu
Rueven menambahkan, makan terlalu banyak keju dapat membuat Anda berisiko lebih besar terkena penyakit jantung. Sebab, kadar natrium yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah dan lemak jenuhnya dapat meningkatkan kolesterol jahat.
"Lemak jenuh meningkatkan kadar kolesterol jahat dan, jika dikonsumsi terlalu sering, bisa menjadi tidak sehat," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!