Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Awas! Ini Efek Samping Jika Terlalu Banyak Makan Keju

📅 Senin, 26 Jun 2023, 16:25 WIB | Oleh:

Menurut pedoman klinis yang diterbitkan oleh American Academy of Dermatology (AAD) dalam hal pola makan, bukti-bukti yang muncul menunjukkan bahwa makanan dengan indeks glikemik tinggi dan pola diet dapat dikaitkan dengan jerawat.

"Meskipun tidak semua orang terpengaruh, beberapa orang mungkin mengalami kulit berjerawat atau jerawat yang memburuk sebagai akibat dari mengkonsumsi keju dalam jumlah yang berlebihan," tambah Sabat.

"Hal ini dapat dikaitkan dengan hormon yang ada dalam susu, termasuk insulin-like growth factor 1 (IGF-1), yang dapat merangsang produksi sebum dan berkontribusi pada pori-pori yang tersumbat. Selain itu, keju mengandung lemak jenuh yang tinggi, yang dapat meningkatkan peradangan pada tubuh dan berpotensi memperburuk kondisi kulit yang sudah ada," jelasnya.

Dalam hal makanan olahan susu, hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa susu/keju dapat mempengaruhi jerawat, tetapi pedoman AAD menyatakan bahwa kualitas dan kekuatan bukti terbatas dan tidak konsisten. Oleh karena itu, AAD menyimpulkan bahwa saat ini tidak ada perubahan pola makan khusus yang direkomendasikan untuk penanganan jerawat.

5. Risiko terkena listeria meningkat

"Listeria monocytogenes adalah bakteri yang dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan, terutama pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, wanita hamil, dan orang tua," kata Sabat.

Keju lunak, seperti brie, camembert, dan keju biru, memiliki risiko lebih tinggi terkontaminasi listeria. Jika keju-keju ini dikonsumsi secara berlebihan atau tidak disimpan dengan benar, risiko terpapar Listeria dapat meningkat.

"Listeriosis dapat menyebabkan gejala seperti flu, komplikasi parah pada individu yang rentan, dan bahkan keguguran atau kelahiran mati pada wanita hamil," tambahnya.

6. Risiko kanker meningkat

Sabat menuturkan, konsumsi keju yang berlebihan, terutama jenis yang berlemak tinggi, berpotensi meningkatkan risiko kanker tertentu.

"Keju mengandung lemak jenuh, yang telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan adanya korelasi antara konsumsi produk susu, termasuk keju, dan peningkatan risiko kanker prostat dan payudara," tuturnya.

"Namun, penting untuk dicatat bahwa hubungan antara konsumsi keju dan kanker masih terus diteliti, dan faktor-faktor lain dalam pola makan dan gaya hidup seseorang juga memainkan peran penting," lanjutnya.

7. Kembung

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.