Pantai Koka dan Pulau Pangabatan, Dua Destinasi Unik di Sikka
📅 Sabtu, 24 Jun 2023, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoOmbak di Pantai Koka sebagian pecah terbentur batu karang sebelum mencapai bibir pantai. Oleh karenanya beberapa titiknya dapat digunakan untuk berenang dansnorkelingmeski harus berhati-hati. Pemandangan bawah lautnya pun sangat menakjubkan dengan visibilitas yang sangat baik.
Di bagian tanjung yang membelah Pantai Koka menjadi dua juga terdapat bukit. Untuk mencapai puncaknya tersedia tangga. Untuk naik ke hingga puncaknya dikenakan biaya 5.000 rupiah. Sedangkan untuk masuk ke pantai ini dikenakan tiket 10.000 rupiah. Ongkos parkir sepeda motor sebesar 5.000 rupiah.
Wisatawan tidak perlu khawatir jika merasa haus atau lapar. Warung sederhana dan kecil menyiapkan menu sederhana yang ramah di kantong. Umumnya menyediakan kelapa muda, kopi, teh, pisang goreng, jagung muda, atau aneka makanan ringan.
Ada pula sejumlah gazebo sederhana yang dibuat oleh warga. Gazebo ini bisa kita gunakan untuk berteduh atau bersantai. Namun di tempat ini belum tersedia penginapan. Oleh karenanya harus cepat kembali agar tidak kemalaman tanpa tempat penginapan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemandangan Bawah Laut
Kabupaten Sikka seperti disebut sebelumnya memiliki beberapa pulau kecil. Pulau-pulau dimaksud antara lain Nusa Kokasa, Nusa Kurasa, Pulau Babi, Pulau Batumandi, Pulau Besar, Pulau Dambilah, Pulau Koja, Pulau Kolisia, Pulau Kondoh, Pulau Palue, Pulau Pangabatang, dan masih banyak lagi.
Namun dari sekian pulau yang ada hanya Pulau Pangabatang yang saat ini paling menjadi favorit untuk dikunjungi, padahal luas pulaunya hanya sekitar 3 hektare saja. Jarak dari Maumere sekitar 31,6 kilometer. Wisatawan dapat menjangkau pulau ini dari dari Pelabuhan Lorens Say di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok. Setelah menempuh perjalanan 60 menit atau 45 menit, maka akan sampai di pulau tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pulau Pangabatang, meski kecil, banyak sekali aktivitas yang bisa dilakukan untuk menikmati keindahannya. Mulai dari pesona pasir putih, air berwarna emerald jernih, serta keindahan bawah lautnya yang membius. Di sini pengunjung dapat menikmati beberapa macam aktivitas bersama rombongan.
Pulau Pangabatang memiliki pesona pantai yang menakjubkan. Lautnya bersih, biru dan jernih membuat biota laut hidup berkelimpahan. Bagi wisatawan yang menyukaisnorkeling, bisa puas melihat beraneka ragam ikan cantik di sela-sela karang indah.
Terbentuknya Pulau Pangabatang tidak lepas dari peristiwa tsunami yang melanda Pulau Flores bagian tengah dan timur pada 12 Desember 1992. Sebelum peristiwa dahsyat itu yang menyebabkan 1.895 jiwa tewas, pulai ini merupakan bagian dari kawasan Teluk Maumere. Gempa bumi yang kuat menciptakan tsunami, sekaligus menghancurkan terumbu karang yang ada di pulau-pulau di utara Maumere.
Setelah 30 tahun berlalu, keindahan bawah laut Pulau Pangabatang kembali pulih dan kembali menjadi rumah bagi biota laut. Sekarang di sekeliling pulau ini menjadispot divingdansnorkelingyang diminati pemburu pemandangan bawah laut.
Biota laut yang hidup di perairan ini cukup beragam. Bahkan karang meja besar, karang lunak dan karang kecil berlimpah. Saat beruntung ada peluang bagus untuk melihat pari elang (Myliobatis aquila) atau hiu.
Pari elang adalah dapat ditemukan dari pantai hingga kedalaman 500 meter di dalam laut di perairan tropis dengan dengan suhunya hangat. Ciri tubuhnya memiliki bintik putih serta ekor yang sangat panjang dan tirai hidung memanjang yang tumpang tindih mulut yang membuat kepala tampaknya seperti paruh burung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!