Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Kecam Biden Samakan Xi Jinping dengan Diktator

📅 Kamis, 22 Jun 2023, 14:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Kecam Biden Samakan Xi Jinping dengan Diktator Doc: ANTARA/REUTERS/Kevin Lamarque
Ket. Presiden AS Joe Biden (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di sela-sela KTT G20 di Bali, Indonesia, (14/11/2022).

BEIJING - Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Rabu (21/6) mengecam komentar Presiden AS Joe Biden yang menyamakan pemimpin Tiongkok Xi Jinping dengan diktator, sebagai 'provokasi politik terbuka'.

Saat berbicara di acara penggalangan dana di California pada Selasa, Biden mengatakan Xi marah atas insiden Februari ketika sebuah balon Tiongkok - yang menurut Washington digunakan untuk memata-matai - terbang di atas Amerika Serikat sebelum ditembak jatuh oleh jet militer Amerika.

Komentar Biden disampaikan beberapa hari setelah Menlu AS Antony Blinken mengakhiri kunjungan ke Beijing yang bertujuan membangun kembali jalur komunikasi untuk menghindari konflik antara dua kekuatan global.

"Alasan mengapa Xi Jinping menjadi sangat kesal ketika saya menembak jatuh balon itu dengan dua mobil boks yang penuh dengan peralatan mata-mata adalah dia tidak tahu itu ada di sana," kata Biden.

"Saya serius. Itu sangat memalukan bagi para diktator, ketika mereka tidak tahu apa yang terjadi."

Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyebut komentar Biden sebagai "konyol".

"Pernyataan yang relevan dari pihak AS sangat konyol dan tidak bertanggung jawab, mereka secara serius melanggar fakta dasar, protokol diplomatik dan martabat politik Tiongkok," kata juru bicara Kemlu Mao Ning saat briefing Rabu.

"Tiongkok sangat tidak puas dan sangat menentang ini," tambahnya.

Gedung Putih berusaha meredakan ketegangan pada Rabu malam dengan mengatakan Blinken "membuat beberapa kemajuan" selama perjalanannya ke Tiongkok dan Washington masih memiliki "harapan untuk membangun kemajuan itu."

"Diplomasi, termasuk yang dilakukan oleh Menlu Blinken, adalah cara yang bertanggung jawab untuk mengelola ketegangan," kata seorang pejabat senior pemerintahan. "Tidak mengherankan jika presiden berbicara terus terang tentang Tiongkok dan perbedaan yang kita miliki."

Distorsi Fakta

Persaingan antara Tiongkok dan Amerika Serikat berubah menjadi krisis diplomatik besar-besaran saat terjadi insiden balon di bulan Februari.

Beijing pada Rabu mengulangi protesnya terhadap keputusan Washington untuk menembak jatuh balonnya.

"Amerika Serikat seharusnya menghadapinya dengan tenang, rasional, dan profesional, tetapi distorsi fakta, penyalahgunaan kekuatan, dan eskalasi hype telah sepenuhnya mengungkap sifat hegemonik dan intimidasinya," kata Mao.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Luar Negeri
Trump Tolak Perlambatan AI,...
Luar Negeri
Minat Punya Anak Menurun, K...

Rival Jadi Mitra, Tiongkok-India Ubah Peta Asia

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Rival Jadi Mitra, Tiongkok-...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.