Masih Banyak Desa yang Belum Dijangkau Internet
📅 Selasa, 20 Jun 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiSementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa, mengatakan pemerintah harus makin gencar mendorong demokratisasi teknologi digital.
Masyarakat, katanya, bukan sekadar user digitalisasi, melainkan difasilitasi supaya bisa menjadi bagian dari pemilik teknologi digital tersebut. "Dari fakta selama ini, sangat banyak masyarakat masih menjadi user, teknologi digital dikuasai oleh para elite pemilik modal," tegas Awan.
Sebenarnya, kata dia, program Base Transceiver Station (BTS) itu sudah benar terlepas dari karus koruptif di proyek tersebut karena bisa menjadi agenda demokratisasi infrastruktur digital melalui perluasan akses digital kepada masyarakat luas.
Pemerintah seharusnya mempersempit ketimpangan infrastruktur digital ini karena selama ini literasi digital masyarakat kita sangat rendah dan timpang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengamat politik sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, mengatakan peluncuran Satelit Satria-1 adalah bagian dari pembuktian komitmen dan keseriusan pemerintah untuk membuka dan memeratakan akses digital.
"Peluncuran ini akan menjadi starting point bagi perbaikan layanan pemerintah di seluruh daerah melalui pembukaan akses publik lebih luas dan lebih terjangkau. Ini sekaligus ikhtiar menebus dosa pemerintah atas kasus korupsi yang muncul di Kominfo," katanya.
Akses digital itu saat ini sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat dan pemerintah harus serius menyediakan fasilitas itu untuk mengembalikan kepercayaan publik. Pemerintah harus menunjukkan keseriusannya untuk kembali meyakinkan masyarakat bahwa infrastuktur digital disediakan pemerintah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Momentum ini sekaligus akan menjadi titik balik penguatan tekad pemerintah untuk kembali mendapatkan kepercayaan publik bahwa penyediaan akses digital tidak akan berhenti karena adanya kasus korupsi," tutupnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!