Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Daripada Naikkan Tarif, INSTRAN Dorong Transjakarta Gratiskan Layanan, Warga Pasti Dukung!

📅 Kamis, 08 Jan 2026, 17:07 WIB | Oleh:
Daripada Naikkan Tarif, INSTRAN Dorong Transjakarta Gratiskan Layanan, Warga Pasti Dukung!  Doc: ANTARA/Bayu Pratama S
Ket. Bus Transjakarta melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (12/9).

JAKARTA - Inisiatif Strategis Transportasi (INSTRAN) mendorong PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menggratiskan layanan daripada menaikkan tarif untuk penumpang guna mendorong penggunaan transportasi publik yang mudah dan terjangkau.

"Jangan buru-buru naikin tarif tapi dihitung dulu, lebih baik tetap Rp3.500. Bahkan, ada beberapa negara di luar sana juga yang mulai memikirkan bahwa angkutan umum digratiskan saja," kata Ketua Dewan Pembina INSTRAN, Bambang Susantono dalam Diskusi Catatan Transportasi Awal Tahun 2026 "Menjaga Keberlanjutan Layanan Angkutan Umum di Tengah Efisiensi Anggaran" di Jakarta, Kamis (8/1).

Bambang menyoroti aspek yang lebih penting bagi transportasi umum saat ini justru terkait "first and last mile" atau perjalanan dari tempat transit transportasi massal ke tempat tujuan.

Dia menilai penting untuk meningkatkan keterjangkauan akses pengguna dari rumah hingga ke stasiun tujuan. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji lebih dalam terkait tarif transportasi, termasuk fasilitas yang disediakan.

"Karena dari situ orang bisa mengalokasikan dananya untuk hal-hal lain, orang bisa melakukan mobilitas dengan lebih baik, dan itu akan menjadikan multiplier untuk ekonomi perkotaan," ucapnya.

Dia juga menyebutkan Kota Banda Aceh yang sebelumnya direncanakan menjadi kota pertama yang menggratiskan angkutan umum dengan memecahkan rekor MURI, namun rencana tersebut tertunda akibat bencana banjir.

Menurut dia, contoh tersebut menunjukkan bahwa angkutan umum seharusnya tidak dilihat semata dari sisi untung dan rugi, melainkan sebagai bagian dari kelayakan ekonomi perkotaan.

Terlebih, Bambang menilai warga Jakarta maupun dari daerah penyangga masih saling membutuhkan untuk bekerja dan beraktivitas di Jakarta. Karena itu, penting untuk meringankan beban masyarakat yang membutuhkan layanan transportasi publik yang lebih baik dan terjangkau.

"Jangan lihat pemerintahan daerahnya, jangan lihat kewenangan segala macam, tapi bagaimana layanan angkutan umumnya bisa benar-benar melayani warga di daerah yang memang mereka melakukan pergerakan," ucapnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.