Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gelombang Tinggi di Bali, Turis dan Pelaku Wisata Diminta Waspada

📅 Minggu, 18 Jun 2023, 11:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gelombang Tinggi di Bali, Turis dan Pelaku Wisata Diminta Waspada Doc: ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Ket. Ilustrasi - Wisatawan lokal menikmati suasana hari terakhir liburan Idul Fitri di Pantai Tanah Lot, Tabanan, Bali, Minggu (16/5/2021).

DENPASAR - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang laut tinggi hingga mencapai 2,5 meter di sejumlah objek wisata pantai di Bali.

"Masyarakat umum, nelayan dan pelaku wisata bahari, waspadai potensi peningkatan kecepatan angin dan gelombang tinggi," kata Kepala BMKG Wilayah III Denpasar Cahyo Nugroho di Denpasar, Minggu (18/6).

Kecepatan angin secara umum diperkirakan hingga 40 kilometer per jam atau 21,6 knot yang bertiup dari timur-tenggara.

Objek wisata pantai dengan ketinggian gelombang hingga 2,5 meter, yakni di kawasan perairan Nusa Dua, Kabupaten Badung. Sedangkan di perairan Kuta Kabupaten Badung dan Tanah Lot di Kabupaten Tabanan diperkirakan hingga dua meter.

Sedangkan arah angin bergerak secara konstan dari Australia, sehingga mendorong potensi gelombang laut tinggi. Sementara itu, ketinggian gelombang laut di Selat Bali dan Selat Lombok diperkirakan mencapai hingga 2,5 meter.

Selat Bali merupakan kawasan strategis penyeberangan Bali-Jawa yang menghubungkan Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana dengan Pelabuhan Ketapang di Kabupaten Banyuwangi.

Sedangkan Selat Lombok adalah jalur penyeberangan yang menghubungkan Pelabuhan Padangai di Karangasem, Bali menuju Pelabuhan Lembar di Lombok, NTB.

Selain itu, wilayah tersebut juga menjadi jalur kapal nelayan hingga kapal penumpang dari Pelabuhan Benoa Denpasar menuju Indonesia Timur.

Cahyo mengatakan untuk perairan Selatan Bali, gelombang diperkirakan hingga tiga meter, yang merupakan jalur nelayan melaut.

Menurut BMKG, kondisi angin dan gelombang laut yang berisiko tinggi terhadap keselamatan berlayar, yakni perahu nelayan apabila kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

Kapal tongkang apabila kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter, kapal feri apabila kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.