Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

79 Orang Tewas dalam Tragedi Kapal Tenggelam di Perairan Yunani

📅 Kamis, 15 Jun 2023, 15:53 WIB | Oleh:
79 Orang Tewas dalam Tragedi Kapal Tenggelam di Perairan Yunani Doc: BBC
Ket. Penjaga pantai Yunani merilis gambar perahu yang penuh sesak sebelum tenggelam.

YUNANI - Sedikitnya 79 orang tewas dan lebih dari 100 orang telah diselamatkan setelah kapal penangkap ikan yang mereka tumpangi tenggelam di perairan selatan Yunani.

Dilaporkan BBC, sekitar 750 orang ada dalam kapal itu, 100 anak di dalam palka kapal, menurut para penyintas.

Yunani mengatakan, peristiwa tersebut menjadi salah satu tragedi migran terbesar yang terjadi di negara itu. Pemerintah Yunani menyatakan berkabung selama tiga hari.

Pihak berwenang mengatakan tawaran bantuan mereka ditolak, tetapi justru dituding tidak berbuat cukup untuk membantu.

Kapal tenggelam sekitar 80 km barat daya Pylos pada Rabu (14/6) pukul 02.04 pagi waktu setempat, menurut penjaga pantai Yunani.

Badan perbatasan Uni Eropa Frontex mengatakan telah melihat kapal itu pada Selasa sore dan segera memberi tahu otoritas Yunani dan Italia.Penjaga pantai kemudian mengatakan tidak ada seorang pun di kapal itu yang mengenakan jaket pelampung.

Menurut penjaga pantai, kontak awal dengan kapal dilakukan pada pukul 14.00 dan tidak ada permintaan bantuan dari kapal tersebut.

Kementerian perkapalan Yunani dikatakan telah melakukan kontak berulang kali dengan kapal itu dan diberitahu berulang kali bahwa kapal itu hanya ingin berlayar ke Italia.Sebuah kapal berbendera Malta menyediakan makanan dan air sekitar pukul 18.00, kapal lain menyediakan air tiga jam setelah itu.

Kemudian sekitar pukul 01.40 pada hari Rabu, seseorang di kapal itu memberi tahu penjaga pantai Yunani mesin kapal tidak berfungsi.

Tak lama kemudian, kapal terbalik, hanya 10-15 menit kapal itu tenggelam sepenuhnya.Operasi pencarian dan penyelamatan digesa tetapi terkendala angin kencang.

Alarm Phone, saluran bantuan darurat bagi para migran yang bermasalah di laut, mengeluh, penjaga pantai "menyadari kapal dalam kesulitan selama berjam-jam sebelum bantuan dikirim". Pihak berwenang "telah diberitahu oleh berbagai sumber" bahwa kapal itu dalam masalah.

Orang-orang mungkin takut untuk bertemu dengan otoritas Yunani karena mereka mengetahui "praktik penolakan yang mengerikan dan sistematis" di negara itu.

Jérôme Tubiana dari Médecins Sans Frontières mengatakan kepada radio Prancis, otoritas Eropa dan Yunani seharusnya melakukan intervensi lebih awal."Sungguh mengejutkan mendengar Frontex terbang di atas kapal dan tidak ada yang campur tangan karena kapal menolak semua tawaran bantuan... kapal yang kelebihan muatan adalah kapal yang dalam kesulitan."

Kapal itu diperkirakan berlayar dari Libya ke Italia, sebagian besar penumpang diyakini laki-laki berusia 20-an.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.