Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Profesor Bali Bedah Sejarah dan Asal Muasal Kampung Muslim Pegayaman

📅 Senin, 12 Jun 2023, 10:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dua Profesor Bali Bedah Sejarah dan Asal Muasal Kampung Muslim Pegayaman Doc: ANTARA/FPSI Bali
Ket. Prof I Made Bandem dan Prof I Putu Gede Suwitha, dua guru besar dari Bali, menjadi pembedah buku Ensiklopedia Desa Muslim Pegayaman Bali yang digelar Forum Pemerhati Sejarah Islam (FPSI) Bali di Denpasar, Minggu (11/6/2023).

DENPASAR - Prof I Made Bandem dan Prof I Putu Gede Suwitha, dua guru besar dari Bali, menjadi pembedah buku Ensiklopedia Desa Muslim Pegayaman Bali yang digelar Forum Pemerhati Sejarah Islam (FPSI) Bali.

Prof Made Bandem yang juga mantan Rektor ISI Yogyakarta itu dalam acara bedah buku di Denpasar, Minggu, menilai buku Ensiklopedia Desa Muslim Pegayaman Bali sangat menarik.

"Sangat atraktif. Atraktif dari bentuk atau penampilannya dan atraktif isinya. Sangat menarik," kata Bandem yang juga maestro tari Bali itu.

Menurut Prof Bandem, buku tersebut menarik karena membahas masalah akulturasi dan Pegayaman di Kabupaten Buleleng, Bali, memang kental akulturasinya serta dengan deskripsi yang bagus.

Selain itu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan dari keilmuan. Menurutnya, penulis buku ini yakni Ketut Muhammad Suharto, menulis apa yang dilihat, dipelajari dan dirasakan dengan apa adanya.

"Ini bisa menjadi model untuk penulisan sejarah kampung-kampung Islam lain di Bali, seperti Kepaon, Sakenan, dan lain-lain," ujar mantan Ketua Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) itu.

Yang lain, kata dia buku ini dinilai sangat unik dan berbeda dibandingkan tulisan-tulisan yang ditulis orang luar.

Sementara itu Guru Besar Sejarah Universitas Udaya Prof I Putu Gede Suwitha menilai buku Ensiklopedia Desa Muslim Pegayaman Bali penting untuk dibaca, terutama oleh kalangan peminat sejarah atau ilmu sosial lainnya.

""Membaca buku ini akan menambah wawasan tentang sejarah, budaya dan juga konstelasi politik kawasan yang sangat luas pada abad ke-17. Tidak hanya membahas Desa Pegayaman, tetapi sebagai sejarah lokal. Juga berarti dalam konteks kawasan luas meliputi Bali, Jawa Timur, Madura, bahkan Lombok, Jawa Tengah dan juga Sulawesi Selatan, " katanya.

Menurut Prof Suwitha, banyak fakta sejarah dan budaya yang bisa dikembangkan dan sangat berarti dalam perspektif kekinian.

Kelebihan buku ini sebagai karya sejarah dan budaya dengan sumber-sumbernya yang lengkap meskipun banyak yang perlu dikritisi.

Ketua FPSI Bali H Imam Asrorie mengatakan penerbitan buku ini untuk meliterasi masyarakat sekaligus FPSI Bali ingin mengajak masyarakat untuk rajin membaca buku, khususnya buku sejarah.

Bedah buku yang dirangkaikan dengan halal bihalal tersebut dihadiri sejumlah tokoh Islam di Bali dan perwakilan dari ormas-ormas Islam di Bali serta dihadiri pengurus FPSI di seluruh Bali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.