Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Capres dan Cawapres Harus Optimalkan Keuangan Negara

📅 Sabtu, 10 Jun 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Capres dan Cawapres Harus Optimalkan Keuangan Negara Doc: ANTARA/HAFIDZ MUBARAK A
Ket. Menko Polhukam, Mahfud MD

JAKARTA - Pemimpin negara ke depan diharapkan bisa mengelola keuangan negara dengan baik melalui pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang efisien dan efektif. Mereka dituntut memiliki kapasitas mengoptimalkan penerimaan negara yang selanjutnya dibelanjakan untuk membiayai pembangunan nasional.

Pakar ekonomi dari Universitas Katolik (Unika) Atmajaya Jakarta, Yohanes B Suhartoko, mengatakan sudah bukan rahasia umum lagi kalau penerimaan negara baik pajak maupun bukan pajak masih rawan dikorupsi oleh oknum-oknum birokrat yang bermental korup.

"Bahkan, kapasitas penerimaan negara mungkin saja bisa lebih besar dari yang sekarang ini, tetapi banyak yang dimanipulasi sehingga tidak disetor ke kas negara," kata Suhartoko.

Begitu pula di sisi belanja negara, masih banyak diwarnai kasus mark up (penggelembungan) anggaran, proyek-proyek fiktif, hingga konspirasi untuk memonopoli proyek-proyek pemerintah.

Persoalannya, ketika hendak dilakukan penegakan hukum, ada kesulitan yaitu sudah mengakarnya praktik korupsi tersebut sehingga dalam pelaksanaannya banyak penanganan kasus yang menguap begitu saja.

"Pemimpin negara ini harus mampu merencanakan secara komprehensif dan berani dalam mewujudkan APBN yang bersih, efisien, dan efektif," kata Suhartoko.

Dia pun berharap pemimpin ke depan, baik Presiden maupun Wakil Presiden memiliki keberanian dan kemampuan mencegah dan mengusut tuntas praktik-praktik korupsi yang selama ini menggerogoti keuangan negara.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mengaku biasa saja ketika namanya masuk menjadi salah satu bursa bakal calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi bakal calon presiden (capres) RI dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo.

Pada awal pekan ini, Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, membeberkan sejumlah nama yang dipertimbangkan sebagai kandidat bakal cawapres untuk mendampingi bakal capres Ganjar Pranowo, diantaranya Mahfud MD.

Sesuai tahapan, pendaftaran bakal capres dan cawapres RI dijadwalkan pada 19 Oktober hingga 25 November 2023. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu), pasangan capres dan cawapres diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

Saat ini, ada 575 kursi di parlemen, sehingga pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI. Bisa juga pasangan calon diusung parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.