Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus Pembunuhan Penyanyi Pro-Junta Militer Sebarkan Ketakutan di Antara Selebritas Myanmar

📅 Jumat, 09 Jun 2023, 19:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Lahir dari keluarga militer, Lily bergaul dengan para petinggi militer dan sering berfoto dengan mereka dalam acara-acara resmi. Salah satu lagu Lily menjadi lagu tema tidak resmi festival air Myanmar, yang merayakan Tahun Baru.

Lily disebut-sebut menjadi sasaran kubu oposisi karena dia adalah seorang informan militer. Dia dituding telah merekam video pengunjuk rasa yang berdemonstrasi di lingkungannya. Rekaman video itu kemudian diserahkan kepada tentara, yang menyebabkan pengunjuk rasa ditangkap.

Dia juga dituduh melaporkan orang-orang muda yang terlibat dengan kubu revolusioner penentang militer.

Beberapa bulan setelah kudeta Februari 2021 yang menggulingkan Partai Demokratik Nasional (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi, Lily dipilih untuk berbicara dengan CNN dan Southeast Asia Globe saat liputan ke Myanmar.

Dia mengatakan kepada wartawan bahwa dia telah dituduh sebagai mata-mata dan poster-poster yang mengecamnya sebagai pengkhianat telah dipasang di tiang lampu dekat rumahnya. Dia juga mengatakan rumahnya telah dirusak.

"Saya mendukung militer dan menerima kudeta. Tapi kebanyakan orang di lingkungan saya mendukung NLD dan mengatakan mereka ingin membunuh saya," kata penyanyi itu kepada wartawan. "Orang-orang ini ingin menghancurkan bangsa," imbuh dia.

Beberapa tokoh masyarakat menghindari Lily karena dia akan membeberkan melalui grup pro-militer di Telegram, siapa selebriti yang bergabung dalam protes anti-kudeta sehingga mereka dapat ditangkap, menurut sumber yang dekat dengan para korban.

Seorang penulis lagu terkenal, Aung Naing San, yang merupakan pendukung pro-demokrasi, telah lama bertikai dengan Lily di media sosial. Keduanya berselisih sejak 2009 dan Aung mengkritik Lily karena mendukung kudeta.

Aung ditangkap pekan lalu setelah menyukai foto Lily berbaring di mobilnya.

"Kematian itu menyedihkan," tulis Aung di Facebook pada 1 Juni, "tetapi karena ada rasa sakit hati dan kebencian pribadi, saya merasa puas."

Pembunuhan terhadap Lily membuat dunia hiburan Myanmar terkejut. Sejumlah selebritas Myanmar pro-pemerintah telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi menyuarakan dukungan mereka kepada militer karena mereka merasa tidak dilindungi, dan orang-orang bersenjata dapat datang ke rumah mereka kapan saja.

Mereka memperingatkan satu sama lain untuk menggunakan media sosial dengan hati-hati dan untuk tetap rendah hati, menurut beberapa sumber.

Seorang selebritas yang terjebak dalam ranjau politik Myanmar adalah Paing Takhon, seorang model dan aktor yang dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun pada 2021 karena bergabung dalam protes anti-kudeta. Dia dibebaskan lebih awal setelah setuju untuk berkolaborasi dengan militer, tetapi sekarang diboikot setelah tampil untuk mereka selama festival air, April lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.